BeritaDaerah

Proyek Rp 3,5 Miliar Pengolahan Jagung di Simalungun Mandek, Hanya Satu Mesin Berfungsi

×

Proyek Rp 3,5 Miliar Pengolahan Jagung di Simalungun Mandek, Hanya Satu Mesin Berfungsi

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN-SUMUT || ONTV.CO.ID β€” Pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Pengolahan Jagung milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Simalungun yang menelan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 3,5 miliar pada 2023 kini dinilai gagal berfungsi optimal. Hingga menjelang dua tahun beroperasi, hanya satu dari empat mesin yang aktif digunakan.

Fasilitas yang berlokasi di Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa tersebut seharusnya dapat memproses jagung menjadi berbagai produk seperti tepung dan bihun. Namun, menurut seorang operator honorer di lokasi, saat ini hanya mesin pemifil yang difungsikan untuk memisahkan biji jagung dari tongkolnya.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Yang difungsikan hanya mesin pemifilan. Mesin lainnya belum digunakan,” ujar operator tersebut, Rabu (2/7/2025), didampingi staf administrasi.

Ia mengaku kesulitan mengoperasikan mesin bihun karena teknologi yang digunakan berbeda dengan pelatihan yang ia ikuti sebelumnya di pabrik mie Pematangsiantar. Perbedaan kapasitas dan teknis mesin mengakibatkan tidak adanya produksi bihun maupun tepung jagung hingga kini. Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan sentra ini juga menjadi hambatan tersendiri.

Mesin Pengering Tidak Efisien, Produksi Minim

Sanggam Manik, pihak ketiga yang rutin memanfaatkan jasa pemifilan, menyebutkan bahwa mesin pengering sempat dioperasikan pada awal pembukaan sentra. Namun karena penyusutan jagung mencapai 28%, pengguna enggan kembali menggunakan fasilitas tersebut.

“Sejak penyusutan tinggi itu, mesin pengering tidak pernah difungsikan lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kapasitas produksi pemifilan sangat terbatas, hanya berkisar 200 kilogram per hari. Biaya jasa dihitung Rp 100 per kilogram. Produksi mencapai 1 ton per hari disebut sangat jarang terjadi.

Fasilitas Rusak dan Terbengkalai

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi fisik gedung yang memprihatinkan. Dalam usia bangunan yang baru dua tahun, lantai sudah banyak mengalami retakan dan terkelupas. Kusen dari baja ringan juga dinilai terlalu tipis, dan lingkungan sekitar gedung dipenuhi rumput liar serta ternak yang berkeliaran.

Sejumlah fasilitas penunjang lainnya seperti jembatan timbang, genset besar JGW 63 KF, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dilaporkan belum pernah difungsikan sejak pembangunan selesai.

(S.Hadi/Irwan Purba)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan