INSPIRASI || ONTV.CO.ID – Di tengah gempuran perkembangan teknologi, seorang pemuda asal Indonesia membuktikan bahwa inovasi bisa muncul dari tempat yang paling sederhana: kolam lele. Gibran Huzaifah, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), mengubah pengalaman beternak lele menjadi bisnis teknologi agrikultur bernilai jutaan dolar bernama eFishery.
Berawal dari keprihatinannya terhadap tingginya biaya pakan yang mencapai lebih dari 70 persen dari total pengeluaran petambak, Gibran menciptakan alat pemberi pakan otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Alat ini memungkinkan petambak mengatur jadwal pemberian pakan ikan melalui aplikasi ponsel, meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan.
Solusi ini tidak hanya membantu para petambak lokal meningkatkan hasil panen mereka, tetapi juga membuka akses terhadap data dan pendanaan yang selama ini sulit dijangkau oleh petambak kecil. Dampaknya, ribuan petambak di Indonesia kini terintegrasi dalam ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
eFishery tak butuh waktu lama untuk mencuri perhatian dunia. Startup ini berhasil menarik investasi dari berbagai negara dan menjadi pionir teknologi akuakultur di Asia Tenggara. Berkat pencapaiannya, Gibran dinobatkan dalam daftar bergengsi Forbes 30 Under 30 Asia, mewakili semangat kewirausahaan muda Indonesia yang berdampak sosial luas.
Kini, Gibran terus memperluas visi eFishery, tak hanya sebagai perusahaan teknologi, tetapi juga sebagai solusi nyata untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat akar rumput. Dari kolam lele ke panggung dunia—kisahnya menjadi bukti bahwa inovasi besar bisa lahir dari langkah kecil yang bermakna.
Biografi Singkat
Gibran Huzaifah lahir pada 1989 dan merupakan lulusan Biologi ITB angkatan 2007. Ia memulai kariernya sebagai peternak lele saat masih kuliah, sebelum mendirikan eFishery pada tahun 2013. Startup ini berfokus pada teknologi akuakultur, khususnya alat pemberi pakan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang ia kembangkan sendiri. Berkat inovasinya, Gibran masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia tahun 2017 dan dikenal sebagai pelopor transformasi digital di sektor perikanan Indonesia.(red)












