TIPS || ONTV.CO.ID — Di tengah meningkatnya penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital, muncul modus penipuan baru yang mengincar kelengahan pengguna. Kasus terbaru yang viral di media sosial menunjukkan bagaimana pelaku dapat menguras saldo rekening korban hanya dengan memanfaatkan QR code palsu atau manipulasi jenis QRIS yang digunakan.
Salah satu korban, pemilik toko di Jakarta, mengaku kehilangan Rp2 juta setelah memberikan QRIS yang diminta oleh pelanggan. Alih-alih menerima pembayaran, saldo rekeningnya justru terpotong. Belakangan diketahui bahwa pelaku meminta QRIS jenis “QR Bayar” yang seharusnya digunakan untuk mengirim uang, bukan menerima.
Jenis QRIS yang Perlu Diketahui
Menurut pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, perbedaan antara QR Bayar dan QR Transfer cukup sulit dikenali secara kasat mata. QR Bayar digunakan untuk membayar ke merchant, sedangkan QR Transfer digunakan untuk menerima dana. Jika pengguna salah memberikan jenis QR, pelaku bisa memanfaatkannya untuk menarik dana dari rekening korban.
Modus Lain: QRIS Palsu dan Bukti Transfer Fiktif
Selain manipulasi jenis QR, pelaku juga menggunakan QRIS palsu yang meniru identitas merchant. Saat korban memindai kode tersebut, dana justru mengalir ke rekening penipu. Ada pula modus dengan menunjukkan bukti transfer palsu kepada kasir toko, padahal transaksi tidak pernah terjadi.
Tips Aman Bertransaksi dengan QRIS
- Periksa nama penerima sebelum menyetujui pembayaran.
- Jangan pernah memberikan QR Bayar kepada orang lain.
- Pastikan notifikasi pembayaran diterima sebelum menyerahkan barang.
- Gunakan aplikasi resmi dan hindari memindai QR dari sumber tidak jelas.
- Laporkan segera jika terjadi transaksi mencurigakan.
Bank Indonesia dan pelaku industri pembayaran terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keamanan transaksi digital. Namun, tanggung jawab utama tetap berada di tangan pengguna dan merchant untuk lebih waspada terhadap potensi penipuan.(red)












