BMKG || ONTV.CO.ID – Musim kemarau di Jawa Barat mengalami pergeseran jadwal dan datang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau yang semula diprediksi terjadi pada April hingga Mei, kini bergeser ke Mei akhir hingga Juni awal.
Namun, meskipun kemarau mulai datang, hujan masih terus turun di beberapa daerah. Hal ini disebabkan oleh suhu muka laut yang masih relatif hangat serta sirkulasi siklonik yang memicu pertumbuhan awan hujan. BMKG mencatat adanya potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat, terutama di daerah dataran tinggi dan pesisir.
Puncak Kemarau Diperkirakan Juli hingga Agustus
BMKG menyebutkan bahwa meskipun awal kemarau mengalami pergeseran, puncak musim kemarau tetap diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2025. Sementara itu, beberapa wilayah di Jawa Barat telah memasuki masa peralihan menuju kemarau, ditandai dengan berkurangnya tutupan awan dan penurunan intensitas hujan.
Imbauan untuk Masyarakat
Mengingat perubahan cuaca yang tidak menentu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Selain itu, masyarakat juga diharapkan mulai menghemat penggunaan air bersih guna menghadapi potensi kekeringan saat kemarau mulai stabil.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, masyarakat di Jawa Barat disarankan untuk terus memantau informasi dari BMKG guna mengetahui perkembangan cuaca terkini.***












