JAKARTA || ONTV.CO.ID —Pemerintah resmi mengumumkan pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025, yang akan diberikan kepada pekerja berpenghasilan rendah dan guru honorer mulai Juni 2025. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa bantuan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan langsung diterima oleh mereka yang membutuhkan. Guru honorer dan pekerja berpenghasilan rendah adalah bagian dari prioritas kami dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/6/2025).
BSU akan diberikan kepada 17,3 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta per bulan, serta 565 ribu guru honorer yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag). Setiap penerima akan mendapatkan Rp300 ribu per bulan selama dua bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp600 ribu.
Pemerintah telah mengalokasikan Rp10,72 triliun dari APBN untuk program ini. Penyaluran BSU akan dilakukan melalui rekening bank penerima atau Kantor Pos bagi mereka yang tidak memiliki rekening. Data penerima bantuan mengacu pada basis data BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain BSU, pemerintah juga menggulirkan lima paket stimulus ekonomi lainnya, termasuk diskon transportasi, diskon tarif tol, serta tambahan bantuan sosial. Presiden Prabowo Subianto berharap kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap dengan adanya BSU ini, daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi pekerja yang paling terdampak oleh situasi ekonomi,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataannya.***












