BeritaDaerahPeristiwa

Dampak Banjir Cianjur: Ratusan Rumah Terendam, Infrastruktur Rusak, dan Evaluasi Perizinan Lahan Hijau

×

Dampak Banjir Cianjur: Ratusan Rumah Terendam, Infrastruktur Rusak, dan Evaluasi Perizinan Lahan Hijau

Sebarkan artikel ini

CIANJUR || ONTV.CO.ID —Banjir besar yang melanda Kabupaten Cianjur sejak Sabtu (26/4/2025) malam telah menyebabkan dampak signifikan bagi warga dan infrastruktur setempat. Hujan deras yang mengguyur selama berjam-jam mengakibatkan luapan sungai dan saluran air, merendam ratusan rumah serta merusak fasilitas umum.

Ratusan Rumah Terendam dan Warga Mengungsi

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Banjir yang terjadi di Kecamatan Karangtengah, Sukaluyu, dan Cianjur menyebabkan lebih dari 100 rumah terendam air dengan ketinggian mencapai 50 cm hingga 1 meter. Beberapa warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka belum bisa ditempati akibat lumpur dan kerusakan struktural.

Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan kendaraan, dengan beberapa mobil dan sepeda motor terseret arus dan mengalami kerusakan parah. Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menyiapkan posko pengungsian serta bantuan darurat bagi warga terdampak.

Kerusakan Infrastruktur dan Gangguan Transportasi

Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga memutus akses jalan utama di beberapa wilayah. Ruas Jalan Raya Bandung-Cianjur mengalami genangan air yang menyebabkan kemacetan parah dan menghambat mobilitas warga. Selain itu, jembatan penghubung dua kampung di Kecamatan Sukaluyu dilaporkan rusak akibat derasnya arus banjir.

Evaluasi Perizinan Lahan Hijau

Dilansir dari mediaindonesia.com, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mengevaluasi pemberian izin pembangunan di lahan hijau, yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir. Banyak lahan yang seharusnya berfungsi sebagai area resapan air kini beralih menjadi kawasan perumahan dan industri, sehingga memperparah dampak bencana hidrometeorologi.

“Kami akan melakukan evaluasi terhadap izin yang diberikan, karena banyak lahan hijau yang seharusnya menjadi penyerapan air hujan kini beralih fungsi,” ujar Wahyu saat meninjau lokasi terdampak banjir.

Upaya Penanganan dan Pemulihan

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan.telah dikerahkan untuk membantu evakuasi warga serta membersihkan material lumpur dan sampah yang terbawa arus. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk mempercepat proses normalisasi sungai dan saluran air yang mengalami pendangkalan.

Meskipun banjir telah surut di beberapa wilayah, warga masih menghadapi tantangan dalam membersihkan rumah dan memulihkan kondisi lingkungan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai.***

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan