Karawang,ontv.co.id – Tokoh masyarakat (Tokoh Masyarakat) Karawang, Kasim Suriadinata, yang mahir disapa kang Surdin dan Tenar juga berinisial KS, warga Dusun Pondokbales Desa Lemahsubur Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang Jawa Barat telah diperlakukan ibarat tebu oleh oknum wartawan memicu blak-blakannya pada sejumlah awak media serta celoteh miring seantero lapisan masyarakat jagat kota pangkalperjuangan baru-baru ini.
“Apakah harus dibongkar, artian itu rusiah-rusiah pekerjaan Oknum wartawan tersebut” kata Kasim Suriadinata, pada sejumlah awak media dikeberadanya, Senin (25/11).
Padahal menurutnya, setelah berita tersebut naik kembali, oknum wartawan yang sudah kenal dekat denganya itu dipangil secara baik-baik utuk duduk bareng bicara terkait permasalahan yang sudah ada penyelesaian kenapa beritanya di munculkan kembali ” sudah dipanggil berulangkali, Oknum wartawan tersebut pengecut hanya memberikan jangji tidak berani datang,” ucap kang Surdin dengan nada tinggi.
bagai mana tidak jadi beban moral, soalnya yang bersangkutan permasalahan itu mengaku tidak kenal dengan oknum wartawan tersebut, adapun yang bersangkutan sampai sekarang ini tidak mempermasalahkan, artian dia sudah membuka diri kepada siapa saja, selaku masyarakat biasa tidak apa-apa dibilang markus, tapi kalau dia sebagai oknum wartawan yang bekerja di media perusahaan milik orang lain itu sangat beresiko, karena sebelumnya juga pernah 86 sampai 12 juta sekitar permasalahan SMA Batujaya, ingat ada saksinya yang melihat langsung saat uang 86 itu diberikan oleh pihak bersangkutan kepada oknum wartawan tesebut ,”Kalau sampai terdengar oleh telinga saya, dia tidak pernah menerima uang tersebut, saya akan marah bersar dan ini merupakan urusan pribadi saya dengannya” tandasnya.
KS katakan, yang dimaksud uang 4 juta dalam pemberitaanya itu mungkin termasuk uang 2 juta yang diterima langsung oleh oknum wartawan itu dari yang bersangkutan, dan pada saat itu sempat menyaksikan oknum wartawan itu ngasih 600 ribu kepada rekannya dengan keluhan buat bayar listrik. Kalau dibilang jumlahnya 4 juta benar tapi sampai nominal sekian itu selang tiga hari, itupun dikarenakan banyak yang datang hingga berinisiatif diarahkan pada yang bersangkutan ” kalau itu dianggap salah saya tidak menolak, namun cara penyelesaiannya ini yang tidak mengenal norma, ibarat tebu, habis manis sepah dibuang,” pungkasnya.(sap)












