Jakarta,ontv.co.id – Diabetes adalah salah satu masalah kesehatan yang bisa memengaruhi baik pria maupun wanita dan menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar untuk penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, kehilangan penglihatan, dan lain-lain.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, ada sekitar 90 hingga 95% kasus diabetes tipe 2 terdiagnosis pada orang dewasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa 90% orang di seluruh dunia menderita diabetes tipe 2.
Diabetes yang menyerang pria, juga dapat memengarhui kesehatan organ reproduksi mereka. Diabetes akan sangat memengaruhi kesuburuan pada pria menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Human Reproduction Update. Pria yang memiliki pra-diabetes memiliki risiko kerusakan DNA sperma yang lebih tinggi, azoospermia atau tidak adanya sel sperma dalam air mani, dan penurunan kadar testosteron.
Diabetes dapat merusak pembuluh darah, saraf, dan meningkatkan risiko infeksi, jika tidak terkendali. Ini menghasilkan berbagai masalah seksual pada pria termasuk penurunan gairah seks, disfungsi ereksi, masalah ejakulasi, dan balanitis atau peradangan pada kulup atau kepala penis. Lebih lanjut, diabetes bisa menyebabkan masalah kesehatan seksual berikut pada pria:
1. Disfungsi ereksi
Disfungsi ereksi adalah masalah umum di antara pria paruh baya dan pria yang berusia lebih tua. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, pria dengan diabetes tiga kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi. Peningkatan kadar glukosa, tekanan darah, dan kolesterol meningkatkan risiko disfungsi ereksi pada pria.
2. Pengurangan kualitas sperma
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Fertility, diabetes dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma, volume sperma, dan motilitas sperma.
3. Ejakulasi tertunda
Diabetes dapat merusak saraf di penis, akibatnya terjadi penurunan sensitivitas saraf yang selanjutnya memengaruhi kemampuan ejakulasi.
4. Ejakulasi retrograde
Diabetes juga menyebabkan ejakulasi retrograde yang terjadi ketika otot cincin pada kandung kemih mengalami gangguan atau melemah, sehingga saat ejakulasi, sperma yang seharusnya keluar dari penis, malah masuk dan mengalir ke dalam kandung kemih. Ejakulasi retrograde umumnya terjadi pada pria diabetes karena neuropati otonom diabetik (red)












