BeritaNasional

Hikmah Liburan Tahun Baru Islam

×

Hikmah Liburan Tahun Baru Islam

Sebarkan artikel ini

Jakarta,ontv.co.id –  Tahun Baru Islam (1442 H / 2020) kali ini, yang bertepatan dengan libur ‘week end’ empat hari (Kamis – Minggu), terkesan lebih kekeluargaan.

Memang, tak ada perayaan “besar” seperti umumnya ‘tahun baru’ sebelumnya. Mulai dari ceramah subuh di Radio HOT FM, khotbah Jumat di kawasan Bakrie ANtv di Rasuna Said Jaksel, sampai di sekretariat organisasi SARI di Bogor, yang terkesan ialah dua hal yang menjadi hikmah ‘hijrah’.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Pertama, hikmah daya upaya untuk menata kehidupan-peradaban baru di “tempat yang berbeda” — seperti kisah Rasulullah, yang berhasil menjadikan ‘Kota Suci’ Madinah dan Mekah karena “perjuangan hijrah”.

Kedua, makna baru kehidupan berkeluarga dengan hikmah kuliner — seperti keteladanan putri Abu Bakar yang saat hamil namun rela naik gunung mengantarkan makanan untuk ayahnya dan Rasulullah saat hijrah sebelum sampai di Madinah.

Dua hal tersebut juga terkesan ada saat ‘grand opening’ ‘FYI Kafe’ di Depok, kawasan di Jawa Barat yang banyak pendatang ‘hijrah dari daerah lain di Indonesia’. Kebetulan, pengelola kafe ini memang dari  Padang. Sebagai perantauan, tempat kuliner bisa menjadi ‘titik temunya’ seperti dalam kebersamaan kekeluargaan.

Seperti komentar pengunjung berikut ini (lihat foto-foto), sensasi  cita rasa khas menu yang mereka nikmati memang berbeda-beda; namun, spirit kebersamaan kekeluargaan tetap terasa ada.

Terasa tidak seperti rasa kopi yang lain,” kata Bu Mila. “Teh-nya terasa (plus aroma) Melati, ” kata Bu Arnis. Dan, “Manisnya terasa nggak habis-habis, ” kata Adis. Mereka tak sekedar berkomentar, tapi juga memancarkan ekspresi ‘happy’ yang terkesan ‘at home’ seperti biasanya di tengah keluarga.

Rifay dan Yury tampak sumringah. Momentum libur ‘hijrah’ tahun ini memang menjadi berkah. Sambil melayani para pembeli ‘take away’, yang sudah berdatangan sejak adzan Dzuhur mulai berkumandang, suami-istri pengelola FYI Kafe tampak optimis. Karena memang, tak sekedar ‘bisnis laris-manis’, yang terpenting ialah bisa terealisasi sesuai filosofi usaha mereka

Spirit dan makna ‘Tahun Baru Islam’ kali ini memang berbeda. Tak sekedar perayaan, namun lebih pada perenungan dan pengamalan nilai-nilai ‘hijrah’ dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut pula yang membuat Kamel Marvin, saat dalam perjalanan ke Bogor, bersikap optimis untuk bisa “Menata kembali perfilman Indonesia” melalui organisasi SARI (Serikat Artis Republik Indonesia). Tentu, dengan spirit kebersamaan bersama insan film lainnya, seperti hikmah ‘hijrah’ Rasulullah.

Fathonie Abdullah
(Jurnalis-Periset)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan