Karawang,ontv.co.id – Program pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) di nilai sudah menghasilkan satu aktivitas ekonomi produktif yang bermanfaat di perdesaan, untuk itu kementrian desa.
pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi (PDTT) melalui program pilot inkubasi inovasi-pengembangan ekonomi lokal (PIID-PEL) mendorong tiap desa untuk terus berinovasi dalam upaya meningkatkan perekonomian desa.
Seperti desa Srikamulyan kecamatan tirtajaya kabupaten karawang, mendapatkan program (PIID-PEL) yang bersumber dari anggaran (APBN) tahun 2019, dengan nilai anggaran Rp 764.296.000 untuk peserta pelatihan olahan pakan ternak dan budidaya penetasan telor itik, selain penetesan juga olahan telor asin dengan cara perebusan dan pengasapan bahkan pengolahan limbah kotoran hewan (KOHE) itikpun di olah menjadi pupuk kompos.
Seperti yang di sampaikan Samsudin SE selaku ketua team pengelola kegiatan kemitraan (TPKK) desa srikamulyan saat di temui awak media online ontv dikediaman nya, Senin (13/01) mengatakan” mekanisme penyusunan rencana usaha kemitraan Pilot Inkubasi Inovasi Desa – Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID–PEL) Tahun 2019 merupakan program dari Kementerian Desa untuk mendorong pengembangan ekonomi di desa yang di kelola oleh bumdes”Jelasnya.
Lanjut Samsudin SE, Kami berharap program PIID-PEL mampu mendorong peningkatan kapasitas maupun kualitas produk masyarakat, dengan pola melakukan pendekatan kemitraan sehingga usaha yang dijalankan masyarakat dan BUMDes di bawah binaanya bisa menghasilkan untung yang berkelanjutan.
Berharap pada akhir bulan desember 2019 tetap akan mengembangkan penambahan kelompok pengasin telor itik, karena itu olahan telor pengasin yang cepat berkembang dalam putaran waktu yang singkat.
Sementara pengasin sekarang ini baru 13 orang, dan saya optimis di bulan desember ini akan menambah olahan pengasin telor itik di setiap dusun se desa srikamulyan, semakin banyak peluang usaha di desa, maka akan memperkuat sample perekonomian masyarakat desa.
Bahkan, kekuatan ekonomi yang tumbuh subur di desa, oleh sebab itu, keberadaan program PIID-PEL harus mampu menciptakan model usaha yang dapat jadi acuan pembelajaran bagi desa. Hal Ini bertujuan, supaya kegiatan usaha masyarakat yang sudah ada dapat terbantu.
Tak lupa sebagai ketua TPKK (samsudin SE) peserta pelatihan olahan pakan ternak dan budidaya penetasan telur itik, olahan telur asin dan pengolahan kotoran hewan itik menjadi pupuk kompos mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah merealisasikan program pilot inkubasi inovasi desa – pengembangan ekonomi lokal (PIID-PEL) di desa srikamulnyan ini. Pungkasnya. (red)













