KARAWANG || ONTV.CO.ID – Sukaesih bin Kandar TKI asal Karawang berangkat sekitar tahun 2017 sampai saat ini belum ada kabar di mana rimbanya,rasa rindu,kangen semua keluarga tidak tertahankan.
Sukaesih bin kandar lahir di karawang 01 juli 1976 asal Dusun Gulampok Rt.21/08 Desa Rangdumulya Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang Jawa Barat,berangkat ke luar negeri demi meringankan beban ekonomi keluarga.
Mendengar kabar yang kurang sedap perihal pahlawan devisa sontak tim investigasi DPD FPMI Kabupaten Karawang dan awak media ontv sambangi rumah Sukaesih.
Salim suami Dari Sukaesih menuturkan dan membenarkan istrinya berangkat ke luar negeri bahkan yang dia dengar istrinya berada di Damaskus Negara Suriyah.
” Sekitar tahun 2017 istri saya berangkat melalui sponsor Ibu fauziah,saya sering bertanya namun masih belum ada kabar,tapi saya dengar dari temennya ada di Suriyah,saya sering bertanya ke sponsor agar saya bisa tau kabar dan bisa komunikasi tapi sudah sekian tahun bahkan sampai sekarang tidak ada kabar sama sekali.ucap salim.
Saya lanjut Salim sangat Berterima kasih kepada Bapa-Bapa dari Fpmi yang sudah mau membantu saya untuk mengurus dan mencari kabar keberadaan Istri saya (Sukaesh) saya mau istri saya bisa pulang dan kumpul sama keluarga.
Saat di kompirmasi Ketua DPD FPMI Kabupaten Karawang H.Entang menyesalkan atas proses pemberangkatan sukaesih.
“Saya sangat prihatin dan menyesalkan atas terjadinya pemberangkatan Sukaesih ke Suriah yang menurut cerita dari suaminya (Salim-red) bahwa awalnya mau berangkat ke luar nergi mengadu nasib ke abu Dhabi ternyata istrinya ada kabar itu pun bukan langsung dari kekaseh tapi dari temannya yang berangkat bareng,bahwa Sukaesih ada di Suriyah.
Ketika saya silaturahmi lanjut H Entang, ke rumahnya ibu Sukaesih ketemudengan suaminya dan anaknya yang baru berumur 5 tahun jalan ketika ditinggalkan waktu umur 1 tahun menurut Salim,dan itu belum apal bener rupa ibunya sampai sekarang.imbuhnya
Masih H.Entang kejadian ini sangat mengherankan ketika dengan enaknya era modern orang semua pegang HP ini 4 tahun tidak memberi kabar ini tidak realita sekarang bukan hal yang tidak mungkin orang berangkat ke luar negeri tanpa ada alat komunikasi,harusnya mau berangkat telepon suaminya, telepon keluarganya, mau terbang naik pesawat begitupun juga sudah sampai ke negara tujuan ini tidak ada tsama sekali kontak dengan suaminya sehingga suaminya sangat merindukan kabar dari isinya atau kabar pahitnya meninggal atau sakit juga ada kabarnya.ketika saya tanya Salim tidak permasalahkan masalah gaji istrinya yang penting bisa pulang selamat ketemu sama keluarga dan anak-anaknya.ucap H Entang
Lanjutnya,ketika permasalahan ini kita coba runtut dari awal pemberangkatan sampai sekarang saya berargumen dan bernalar yang sehat bahwa ini diduga yang memberangkatkan sudah melakukan tindak pidana perdagangan orang, apa sebabnya karena ketika berangkat tidak dilengkapi dengan persyaratan-persyaratan yang harus ditempuh contohnya rekom harus ke Disnaker harus ada apa rekomendasi dari pemerintah daerah, maka saya dengan suaminya (Salim-red) ini harus kita laporkan dan FPMI sebagai mandat penerima kuasa pengaduan akan mengawal sampai tuntas bila perlu kita ke kemenlu ke bp2mi.
Sementara masih H.Entang saya sudah melakukan upaya dan mencoba kontak dengan KBRI Suriya yang ada di damaskus bahwa atas nama Sukaesih tidak terdaftar dan tidak terregister di KBRI Surya sehingga untuk melacak keberadaannya agak sulit.
Adapun lanjut ia, jawaban dari KBRI Suriah di Damaskus tolong carikan kopinya nomor paspornya,kami telah koordinasi dengan imigrasi Karawang ketemu dengan pak Jonsen dan pak Esra bahwa akan di telusuri di mana pasporan Sukaesih bin Kandar mudah-mudahan ketemu dan siapa pembuatnya kita akan melaporkan perbuatan yang tidak berdasar aturan sehingga mereka dengan mudah memberangkatkan ke Suriah dan mudah-mudahan secepatnya paspor bisa ketemu di mana dibuatnya siapa yang membuatnya kita akan usut tuntas sampai selesai sehingga ada efek jera buat para pengerahan tenaga kerja yang semena-mena memberangkatkan dengan non-prosedural atau ilegal,geramnya.
Saat di kompirmasi melalui WhatsApp dan di telepon Sponsor Ibu Fauziah tidak respon.sampai berita ini di terbitkan.(red)












