MEDAN || ONTV.CO.ID – Program dari Kementerian Pendidikan Indonesia saat ini yang cukup memberi pengaruh besar di dunia pendidikan ialah Kampus Merdeka, dimana kebijakan ini di buat oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. Pada program Kampus Merdeka ini terdapat beberapa jenis program di dalamnya. Salah satu programnya ialah program Kampus Mengajar yang merupakan kanal pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama satu semester guna melatih kemampuan menyelesaikan permasalahan yang kompleks dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi, dan model pembelajaran yang baru.
Program Kampus Mengajar berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Medan dengan beberapa Mitra didalamnya dan salah satu Mitranya ialah Universitas Sumatera Utara. Dalam pelaksanaan programnya kali ini mahasiswa Kesejahteraan Sosial, FISIP USU mengikuti program Kampus Mengajar Mitra USU yang disandingkan dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL 1) sebagai praktik yang wajib dilakukan untuk memenuhi mata kuliah di semester 6 saat ini. Praktik ini dilakukan oleh saya, Ramadani Safitri selaku mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU.
Oleh karena itu, Ramadani Safitri (200902001) yang merupakan mahasiswa Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara melakukan program Kampus Mengajar MBKM (Praktik Kerja Lapangan I) di SDN 067259 Jl. Karya Sepakat, Medan Johor. Dengan tujuan menanamkan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan daya ingat dengan menggunakan metode pembelajaran media papan pintar bagi siswa di sekolah tersebut. Program Kampus Mengajar ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan serta dimonitor oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah yaitu, Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kessos., dan Guru Pamong Sekolah Yetty Khairani. S, S.Pd.
Papan pintar merupakan bagian dari media konkret yang dapat dimanfaatkan pada proses pembelajaran. Pentingnya Papan pintar dapat memberikan stimulus yang besar bagi peserta didik dalam mempelajari berbagai materi termasuk di kelas lima gambar pembelajaran menggunakan media papan pintar. Pendidik melalui penggunaan objek nyata berupa papan pintar pada kegiatan pembelajaran dapat melibatkan semua indra peserta didik.
Oleh karena itu, Ramadani Safitri melakukan mini project untuk melihat perkembangan anak pola tangkap belajar menggunakan metode gambar media papan pintar. Ramadani Safitri juga memilih anak kelas 5 sebagai kliennya yang menurut wali kelasnya cukup kurang dalam menangkap pembelajaran. Oleh karena itu, Ramadani Safitri berusaha menyelesaikan permasalahan yang dimiliki siswa tersebut dengan metode casework yang terdiri dari tahapan:
Engagement, Intake, Contract: pada tahapan ini diawali dengan pendekatan terhadap klien, penjelasan maksud dan tujuan dan melakukan kesepakatan kontrak antara klien dan pekerja sosial.
Assessment: pada tahapan ini menganalisis lebih dalam soal pemahaman belajar. Penulis menggunakan tools diagram venn untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada pada klien. Dari hasil wawancara yang dilakukan klien dengan penulis, siswa tersebut menurut mereka pembelajaran yang biasanya terlalu membosankan dan terlalu rumit dan tidak mudah dipahami
Planning atau perencanaan: tahapan ini melakukan rencana strategi yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah klien. Dalam tahap ini, penulis bersama klien saling bekerja sama untuk mencari rencana apa yang tepat digunakan untuk membantu siswa meningkatkan pengetahuan Belajar dengan menggunakan metode pembelajaran media papan pintar.
Intervensi: tahapan ini ialah penjelasan program yang akan dilakukan oleh klien. Serta Langkah-langkah dalam penerapan proses pembelajaran menggunakan media papan pintar di kelas 5 SD Negeri 067259, Medan Johor. Papan pintar digunakan sebagai media untuk menyatukan berbagai gambar dan penjelasan tentang materi secara sederhana. Saya memberikan waktu yang cukup untuk masing-masing kelompok secara pasti dan memberikan pengawasan. Setelah selesai, masing-masing kelompok diundi untuk menjelaskan papan pintar yang telah dibuat secara berurutan. Saya memberikan penjelasan ulang sebagai penguat materi yang telah disampaikan.
Monitoring: pada tahapan ini, penulis melihat dan mengawasi sudah sejauh mana perkembangan yang terjadi pada klien. Dalam beberapa pertemuan yang dilakukan, sudah ada sedikit demi sedikit perkembangan yang terjadi pada siswa dimulai dengan pembentukan kelompok. Kelompok terdiri dari 4-5 anggota yang heterogen. Saya menjelaskan materi pembahasan gejala alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga. Saya menjelaskan media papan pintar yang perlu dibuat oleh masing-masing kelompok.
Evaluasi: tahapan ini melakukan evaluasi, penilaian serta pemantauan terhadap klien. Penulis merasa perkembangan yang cukup baik dalam siswa. Mereka lebih cepat dalam menangkap pembelajaran metode gambar media papan pintar.
Terminasi: tahap pemutusan atau pemberhentian proses bantuan pekerja sosial dengan klien agar tidak menimbulkan ketergantungan klien. Dalam tahap ini, penulis menghentikan atau memutuskan proses bantuan kepada siswa karena perubahan yang terjadi sudah berkembang dengan baik dan mampu melakukan sendiri tanpa bantuan bimbingan dari penulis.
Ramadani Safitri berharap, berjalannya program kampus mengajar ini dapat menjadi gebrakan baru di dunia pendidikan untuk mengejar ketertinggalan demi mempersiapkan generasi bangsa yang lebih baik lagi dan juga Ramadani Safitri sangat berterima kasih kepada UPT SDN 06759, Medan Johor yang telah bekerja sama dan berkolaborasi terhadap anak-anak yang ikut kampus mengajar mitra USU.
(Ramadani Safitri 200902001)












