Pangulu Sahkuda Bayu Suwito Resmi Mundur, Alasan Kesehatan Jadi Pemicu

SIMALUNGUN-SUMUT || ONTV.CO.ID — Isu pengunduran diri Pangulu Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, akhirnya terkonfirmasi. Suwito, yang selama ini menjabat sebagai pangulu, menyatakan mundur dari jabatannya karena alasan kesehatan yang semakin memburuk.

Informasi mengenai pengunduran diri ini telah beredar sejak sepekan terakhir dan semakin menguat di tengah masyarakat. Sejumlah warga mengaku telah lama mendengar kabar tersebut.

“Sudah lama memang terdengar kalau pangulu kami mau mundur. Alasannya karena sakit,” ujar seorang warga Sahkuda Bayu, Rabu (6/8/2025).

Warga tersebut menambahkan bahwa Suwito sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit beberapa waktu lalu. Kondisi fisiknya pun terlihat semakin menurun.

Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Suwito membenarkan kabar pengunduran dirinya.

“Iya bang, memang saya mundur. Alasannya karena aku kurang sehat, masih sayang aku sama nyawaku bang,” ungkap Suwito.

Ia juga menyebutkan bahwa surat pengunduran dirinya telah disampaikan kepada Maujana Nagori Sahkuda Bayu dan telah dibahas dalam rapat internal.

“Sudah ku sampaikan suratku, tadi malam Maujana sudah rapat. Nanti hasil rapatnya akan diserahkan ke kecamatan,” tambahnya.

Meski enggan merinci jenis penyakit yang dideritanya, Suwito mengakui bahwa tekanan pekerjaan sebagai pangulu turut memperburuk kondisinya.

“Intinya kalau lagi banyak pikiran langsung kumat sakitku bang. Namanya juga pangulu, pasti ada aja masalah di nagori,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Gunung Malela, Roi G Sidabalok, membenarkan adanya informasi pengunduran diri tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa pihak kecamatan belum menerima surat resmi dari Maujana Nagori.

“Secara resmi suratnya belum saya terima. Tadi malam baru rapat Maujana Nagorinya. Sesuai regulasi masih ada waktu 7 hari untuk menentukan hasil rapat mereka,” jelas Roi.

Pengunduran diri Pangulu Suwito menjadi sorotan publik, terutama karena perannya yang cukup sentral dalam pemerintahan nagori. Warga kini menanti keputusan resmi dari Maujana dan kecamatan terkait proses pergantian kepemimpinan.

(S.Hadi Purba)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan