KARAWANG || ONTV — Pembangunan jalan usaha tani (JUT) sepanjang kurang lebih 552 meter di wilayah Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, masih dalam tahap pelaksanaan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan progres pekerjaan dan kondisi akses di lapangan.
Dedi, salah seorang pekerja di lokasi proyek, menjelaskan bahwa penghamparan material beskos tidak dilakukan sekaligus dari titik awal hingga akhir pekerjaan. Menurutnya, metode tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan tahapan pengecoran serta kondisi jalan yang hanya memiliki satu jalur tanpa akses alternatif.
“Kalau beskos dihampar seluruhnya sejak awal, nantinya berpotensi ada pekerjaan penebalan yang dilakukan dua kali. Selain itu, jalan ini satu jalur dan tidak memiliki jalan alternatif, sehingga pengiriman beton ke titik pengecoran akan lebih berat apabila seluruh badan jalan sudah dipenuhi beskos,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan, pekerjaan dibagi menjadi beberapa tahap dengan panjang masing-masing sekitar 100 meter. Pada tahap awal, pengecoran sepanjang kurang lebih 100 meter telah dilaksanakan.
Sebelum pengecoran dilakukan, kata Dedi, pengawas terlebih dahulu melakukan pengecekan dan pengukuran terhadap sejumlah bagian pekerjaan, mulai dari ketebalan beskos, lebar coran, elevasi, hingga pekerjaan pengurugan kembali atau backfilling.
“Ketebalan beton 15 sentimeter dan ketebalan beskos 15 sentimeter. Itu sudah dicek oleh pengawas,” katanya.
Sebelumnya, muncul informasi yang mempersoalkan kondisi penghamparan beskos pada proyek jalan usaha tani tersebut dan menyebut pengerjaannya belum sesuai. Menanggapi hal itu, Dedi menjelaskan bahwa kondisi yang terlihat dalam dokumentasi terjadi ketika pekerjaan masih berlangsung dan penghamparan beskos belum dilakukan secara keseluruhan.
Menurutnya, pekerjaan pada tahap sebelumnya baru selesai pada pagi hari sehingga para pekerja sempat beristirahat sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya.
“Sekitar pukul 15.00 WIB pekerjaan kembali dilanjutkan dan penghamparan beskos dilakukan sesuai tahapan pekerjaan,” ungkapnya.
Dedi menambahkan, dokumentasi perkembangan pekerjaan akan kembali disampaikan kepada pengawas sebelum pengecoran tahap berikutnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lapangan, termasuk kondisi dan ketebalan lapisan beskos sebelum beton dituangkan.
Sementara itu, Kabid Prasarana Pertanian membenarkan bahwa pembangunan jalan usaha tani tersebut masih berada dalam tahapan pelaksanaan. Ia menyampaikan bahwa pekerjaan akan terus dipantau agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, pembangunan jalan usaha tani memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas pertanian masyarakat. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempermudah akses petani menuju lahan pertanian sekaligus memperlancar mobilitas dalam kegiatan usaha tani.
Pemantauan akan terus dilakukan hingga seluruh tahapan pembangunan selesai dan jalan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Dengan adanya penjelasan dari pekerja dan konfirmasi dari pihak bidang terkait, kondisi penghamparan beskos perlu dilihat berdasarkan tahapan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
(Dede)












