BeritaDaerah

Buang Darah Kotor Praktis

×

Buang Darah Kotor Praktis

Sebarkan artikel ini

Jakarta,ontv.co.id – Tak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa ‘darah kotor’ bisa ada dalam tubuh — bukan hanya siklus menstruasi para wanita. Akibat ‘darah kotor’, bisa timbul berbagai macam penyakit dan keluhan.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Contohnya, seperti yang dituturkan oleh Ibu Ria, yang sekian lama menderita sakit ‘asam lambung’ akibat darah kotor. “Setelah berobat jalan selama enam bulan, sudah lima kali datang berobat, ‘alhamdulillah sekarang sudah enakan… sudah bisa lari…. ”

Berarti, Ibu Ria cocok dengan pengobatan alternatif yang ditangani oleh Pak Ustadz Mashuri. “Iya, kalau nggak cocok, saya nggak ke sini lagi,” katanya, tersenyum.

Ibu Ria hanya salah satu pasien yang datang ke tempat Pak Mashuri. Selama sepuluh tahun praktek, dengan rata-rata 5 – 10 pasien setiap hari (Praktek: Jambi 9 pagi sampai jam 6 sore untuk Senin sampai Jumat; Sabtu, sampai jam 9 malam; dan Minggu, libur). “Saya senang bisa membantu sesama dengan pengobatan alternatif ini, ” Pak Mashuri menegaskan. Apalagi, sampai saat ini, tak ada komplain dari para pasiennya.

Belajar dari Pak Rojiki, selain memang dari keturunan, Pak Mashuri menambahkan: “Batin senang banget kalau pasien bisa sembuh” jelasnya.

Meski selama pandemi Covid-19 ini banyak penurunan kedatangan pasien, Pak Mashuri tetap bersemangat: berencana mengembangkan usahanya ke daerah supaya bisa membantu banyak masyarakat. “Saya pengen banyak masyarakat yang sehat, ” ujarnya.

Tahapan proses pengobatan yang dilakukan Pak Mashuri tak hanya berkat ramuan herbal dan keahliannya, namun juga didukung oleh alat bantu teknologi. Dibantu tiga asisten, anaknya sendiri, teknologi untuk cek ‘hb’ darah dan kolesterol. “Saya cuma bantu ngecek aja, ” kata Novi, salah satu anak Pak Mashuri.

Model terapi yang dilakukan, Rata-rata 1 minggu sekali selama sebulan. Prinsipnya, “Kita buang darah kotor, ” kata Pak Mashuri.

“Di ‘detox’, itu yang utama… Kalau lancar, bisa sekitar 15 menit… dan kalau darahnya kental, paling lama 20 menit” terangnya.

Saat dikunjungi di kediaman sekaligus tempat prakteknya di Tangerang, Banten, Pak Mashuri sedang mengobati para pasiennya. Dia tampak sigap dan cekatan. Semangat kerja dan motivasinya menolong sesama telah “berbuah” penghargaan (lihat foto-foto) dari Yayasan Profesi Indonesia: ‘Tokoh Pengobatan Alternatif Berprestasi Indonesia’. Selamat.

Fathonie Abdullah
Jurnalis-Periset
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan