KARAWANG || ONTV.CO.ID – Kunjungan DPC PPDI Karawang ke kantor PCNU merupakan program kerja yang di agendakan untuk menjalin kemitraan dalam mensinergikan program-program PPDI Rabu 3/2
selain itu tentunya kemitraan yang di jalin bisa berjalan sesuai harapan terutama kerjasama dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas yang ada di kabupaten Kaawang khususnya
ketua DPC PPDI Karawang Nanang Kosim berharap PCNU yang mempunyai basis pengurus dan simpatisan sampai ke seluruh lapisan masyarakat menurutnya sangat tepat apabila di jadikan mitra dalam mensosialisasikan hak-hak penyandang disabilitas. Ungkapnya
Nanang Kosim menambahkan “Dalam pertemuan dengan ketua PCNU Karawang hari ini, ada beberapa permasalahan yang di sampaikan terutama permasalahan penyandang disabilitas yang kita bahas dan kita diskusikan, selain dari kesejahteraan dan kemandirian juga di bahas masalah pendidikan disabilitas” Tandasnya
Pada kesempatan yang sama ketua PCNU kabupaten Karawang kang uyan “Memberikan apresiasi atas perjuangan PPDI Karawang dan dirinya berjanji akan mensuport PPDI terutama di bidang pendidikan untuk disabilitas dengan membantu beasiswa bagi penyandang disabilitas yang mau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Universitas Nahdlatul Ulama” ucapnya
Turut dalam silaturahmi pengurus disabilitas lainnya dalam menyampaikan aspirasinya Abdul Rosid beraharap “agar NU dapat melanjutkan upaya perjuangan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas sebagai bagian dari perjuangan yang sebelumnya sudah dilakukan, dalam pandangannya jejaring NU sangat luas dan tersebar hingga ke desa dan dusun sehingga akan efektif untuk melakukan berbagai kampanye hak-hak penyandang disabilitas” ungkapnya
Ulis Ocid sapaan akrab Abdul Rosyid yang sekarang aktif dan giat di oemerubtahan Desa Karangtanjung menambahkan “Selain iti kampanye nya juga bisa dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan di bawah bendera NU, tentunya semoga bisa menjadi sasaran kampanye yang tetap yang diharapkan beberapa dalam jalinan kerja sama dengan NU kali ini untuk beberapa hal. Di antaranya adalah kajian diskursus keagamaan oleh para para kiai dan tokoh-tokoh NU dan kampanye pemenuhan hak-hak disabilitas melalui berbagai forum, baik pengajian, pembelajaran di pondok pesantren, maupun madrasah-madrasah” pungkasnya.(wan)













