SURABAYA || ONTV.CO.ID – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa anak-anak yang kerap berulah dan terlibat kenakalan remaja perlu mendapatkan pembinaan khusus di asrama. Pernyataan ini muncul setelah beberapa kasus tawuran dan kenakalan remaja kembali terjadi di Surabaya, meskipun sebelumnya telah dilakukan berbagai upaya pembinaan.
Dilansir dari kompas.com, menurut Eri Cahyadi, program Sekolah Kebangsaan yang sempat mengirim anak-anak ke barak militer memang menunjukkan hasil positif dalam jangka pendek. Namun, setelah beberapa bulan, banyak anak kembali terlibat dalam perilaku bermasalah.
“Setelah tiga bulan, mereka tertangkap lagi. Saya akhirnya datang ke ibunya, dan ternyata anak ini kurang mendapatkan perhatian karena orangtuanya sibuk bekerja,” ujar Eri Cahyadi.
Menanggapi hal tersebut, Pemkot Surabaya kini mengganti pendekatan dengan program asrama di Kampung Anak Negeri (KANRI). Program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan karakter jangka panjang, bukan sekadar efek jera. Anak-anak yang sebelumnya terlibat kenakalan akan mendapatkan pendidikan akademik, keterampilan hidup, serta pembinaan keagamaan dan wawasan kebangsaan.
“Kami ingin anak-anak ini benar-benar berubah, bukan hanya sementara. Oleh karena itu, mereka akan tinggal di asrama dengan sistem pembinaan yang lebih terstruktur,” jelas Eri Cahyadi.
Pendekatan ini mendapat apresiasi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai bahwa program asrama lebih humanis dibandingkan konsep barak militer. Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah, menyebut bahwa program ini mampu menyelesaikan akar permasalahan kenakalan remaja dengan pendekatan yang lebih mendalam.
Masyarakat Surabaya juga menyambut baik langkah ini, berharap bahwa program asrama dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menangani kenakalan remaja dan membentuk generasi muda yang lebih disiplin serta bertanggung jawab.
Dengan adanya program ini, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus membina anak-anak yang bermasalah, memastikan mereka mendapatkan perhatian dan pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih baik.***
