Truk Tanpa Terpal Berulah, Pengendara di Ranjeng-Muntur Terancam!

INDRAMAYU II ONTV.CO.ID – Aktivitas truk pengangkut tanah sawah yang melintas di ruas Jalan Ranjeng-Muntur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, sejumlah truk pengangkut material tersebut diduga beroperasi tanpa menggunakan terpal penutup muatan sehingga menimbulkan debu dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Pantauan dan keluhan masyarakat menyebutkan, truk-truk tersebut kerap membawa muatan tanah hingga melebihi tinggi bak kendaraan. Kondisi ini dikhawatirkan menyebabkan material berjatuhan ke badan jalan, terutama ketika kendaraan melintasi jalan berlubang atau mengalami guncangan.

Selain mengganggu kenyamanan berkendara, debu yang beterbangan dari muatan tanah juga berpotensi mengurangi jarak pandang dan mengganggu konsentrasi pengendara.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Rusli (33), mengaku merasa terganggu dengan aktivitas truk pengangkut tanah sawah yang melintas tanpa penutup muatan di jalur tersebut.

Menurutnya, muatan tanah yang tidak ditutup berisiko jatuh dan membahayakan pengendara lain yang berada di belakang maupun di sekitar truk.

“Saya sering melihat truk mengangkut tanah dengan muatan hampir melewati bak belakang. Kalau terkena guncangan sedikit saja, tanah bisa jatuh dan menimpa pengendara lain,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).

Rusli menambahkan, kewajiban menutup muatan seharusnya berlaku bagi seluruh kendaraan pengangkut material, baik tanah maupun pasir. Sebab, material yang tidak ditutup dapat tertiup angin dan mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Semua truk pengangkut material harus menutup barang muatannya agar lebih aman dan tidak membahayakan pengguna jalan,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ramdan (30). Ia berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban terhadap kendaraan pengangkut tanah yang tidak menggunakan terpal penutup.

Menurut Ramdan, kondisi Jalan Ranjeng-Muntur yang memiliki sejumlah titik berlubang semakin memperburuk situasi. Saat musim hujan, jalan menjadi becek, sedangkan ketika cuaca panas, debu dari tanah yang terbawa truk beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Ia juga berharap adanya tindakan tegas terhadap kendaraan yang mengangkut material tanpa penutup, termasuk pemberian sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai kepentingan segelintir pihak justru membuat masyarakat harus menanggung dampaknya. Debu beterbangan dan tanah yang berjatuhan ke jalan sangat mengganggu, terutama bagi pengendara sepeda motor,” ungkapnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pengecekan serta pengawasan terhadap aktivitas angkutan tanah sawah di jalur Ranjeng-Muntur.

Penertiban penggunaan terpal penutup muatan dinilai penting untuk menjaga kebersihan jalan, mengurangi polusi debu, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

(Tim)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan