INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran ke wilayah Israel pada Minggu (22/6/2025) waktu setempat, hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat menggempur tiga fasilitas nuklir utama di Iran. Serangan rudal Iran menghantam sejumlah kota besar di Israel, termasuk Tel Aviv, Haifa, dan Ness Ziona, menyebabkan kerusakan parah dan kepanikan massal di tengah warga sipil.
Dalam operasi militer bertajuk True Promise III, Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk pertama kalinya menggunakan rudal balistik multi-hulu ledak Khaibar Shekan. Sebanyak 40 rudal diluncurkan ke target-target strategis, termasuk Bandara Internasional Ben Gurion, pusat riset biologis, dan markas komando alternatif Israel.
Laporan dari Magen David Adom (MDA), layanan penyelamat darurat Israel, menyebutkan bahwa lebih dari 10 lokasi menjadi sasaran serangan. Beberapa bangunan apartemen runtuh, dan puluhan warga mengalami luka-luka akibat ledakan dan reruntuhan.
Militer Israel mengakui bahwa sistem pertahanan udara mereka kewalahan menghadapi gelombang rudal yang datang bertubi-tubi. Sirene peringatan meraung di seluruh negeri, sementara warga berlarian mencari perlindungan di basement dan tempat-tempat aman lainnya.
Serangan ini merupakan respons langsung atas serangan udara AS yang menggunakan bom penghancur bunker GBU-57 terhadap fasilitas nuklir Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan. Presiden AS Donald Trump menyebut serangan itu sebagai “langkah strategis untuk menghentikan ambisi nuklir Iran”.
Sementara itu, Iran menyatakan bahwa kekuatan militernya belum sepenuhnya dikerahkan dan memperingatkan bahwa serangan berikutnya bisa lebih dahsyat jika agresi terhadap negaranya terus berlanjut.***
