LAMPUNG II ONTV.CO.ID — Pemerintah Provinsi Lampung bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni meningkatkan kesiapan menghadapi arus mudik dan balik Angkutan Lebaran 2026 (1447 H). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan penumpang dan kendaraan yang diprediksi membludak selama periode Lebaran.
Berdasarkan rencana operasional, total pergerakan kendaraan diperkirakan mencapai 319.916 unit dengan jumlah penumpang lebih dari 108 ribu orang. Dengan angka tersebut, potensi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni diprediksi terjadi pada jam-jam tertentu, terutama saat mendekati puncak arus mudik.
Meskipun kapasitas kapal dinilai mencukupi, lonjakan kendaraan yang datang secara bersamaan tetap berisiko menimbulkan antrean panjang. Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada H-4 hingga H-2, dengan puncak arus mudik berada di H-3 sebelum Hari Raya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebanyak 75 kapal telah disiagakan dan akan beroperasi selama 24 jam penuh. Selain itu, berbagai strategi rekayasa lalu lintas juga diterapkan, seperti delaying system untuk mengatur ritme kedatangan kendaraan, penyediaan buffer zone di sejumlah rest area, serta pengalihan arus ke pelabuhan alternatif guna mengurangi beban di Bakauheni.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan sejak dini guna menghindari kepadatan. Calon penumpang diminta membeli tiket maksimal satu hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi Ferizy. Selain itu, waktu perjalanan pada dini hari hingga pagi hari dinilai lebih ideal untuk menghindari antrean panjang.
Dengan berbagai langkah antisipatif ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.(*)
