ACEH BARAT || ONTV.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan dan adaptif melalui peluncuran inovasi digital bernama MR KABAR (Manajemen Risiko Kabupaten Aceh Barat). Sistem ini dikembangkan sebagai bagian dari transformasi digital berbasis SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), hasil kolaborasi antara Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) dan Inspektorat Aceh Barat.
MR KABAR resmi diperkenalkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko yang digelar di Gedung B Dinas Pendidikan Aceh Barat, Rabu (13/8/2025).
Fungsi MR KABAR: Deteksi Dini dan Respons Terintegrasi
Kepala Diskominsa Aceh Barat, Erdian Mourny, menjelaskan bahwa MR KABAR dirancang untuk membantu OPD dalam menginventarisasi, memetakan, dan mengendalikan risiko operasional maupun strategis secara sistematis.
“MR KABAR adalah wujud nyata pemanfaatan infrastruktur SPBE yang kita miliki. Dengan memanfaatkan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS), kita tidak hanya menekan biaya, tapi juga menjamin keamanan serta ketersediaan data daerah,” ujar Erdian.
Sistem ini memungkinkan pelaporan dan pemantauan risiko secara real-time, sehingga hambatan pembangunan dapat diantisipasi lebih cepat dan akurat.
Kolaborasi Inovatif: Dari Gagasan ke Implementasi
Gagasan MR KABAR pertama kali dicetuskan oleh Irwandi, Inspektur Pembantu II pada Inspektorat Aceh Barat, dan diwujudkan secara teknis oleh tim yang dipimpin Nurhikmat Muhammad dengan dukungan penuh dari Diskominsa. Seluruh pengembangan sistem memanfaatkan fasilitas PDNS tanpa biaya tambahan, menjadikannya contoh efisiensi dan sinergi antar-OPD.
Antusiasme Tinggi dari OPD
Antusiasme peserta Bimtek menjadi indikator kuat bahwa inovasi ini disambut positif. Meski pelatihan dijadwalkan berakhir pukul 16.30 WIB, peserta tetap bertahan hingga pukul 18.00 WIB untuk berdiskusi dan memperdalam pemahaman tentang sistem MR KABAR.
Dengan slogan “Risiko terKabar, Daerah Terjaga”, MR KABAR diharapkan menjadi garda depan dalam deteksi dini dan mitigasi risiko di Aceh Barat, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan berkualitas.
(Muhibbul)
