Sumatera Utara Akan Mempunyai Sekolah Rakyat, Model Pendidikan Inklusif

MEDAN || ONTV.CO.ID – Dalam waktu dekat, Sumatera Utara akan menjadi provinsi pionir dalam menghadirkan model pendidikan inklusif melalui pendirian Sekolah Rakyat. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan bagi masyarakat miskin ekstrem dan kurang mampu.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, meninjau lokasi calon Sekolah Rakyat di Kampus V Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Kota Tebingtinggi, Program ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto, yang bercita-cita menciptakan Indonesia di mana tak ada lagi warga yang lapar dan hidup dalam kekurangan.

Empat Titik Sekolah Rakyat Sudah Disiapkan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan bahwa empat titik Sekolah Rakyat telah ditetapkan di Sumatera Utara, termasuk satu gedung UINSU, dua sentra milik Kementerian Sosial, dan satu gedung milik Pemprov Sumut. Program ini akan dimulai pada tahun ajaran 2025-2026.

“Kami dengan Pak Gubernur hari ini melihat secara langsung, dan kita tahu ini sebenarnya sangat layak untuk dimulainya Sekolah Rakyat,”Nujar Saifullah Yusuf dalam kunjungan ke Sumatera Utara, Jumat (11/4/2025).

Gedung UINSU hanya memerlukan sedikit renovasi sebelum digunakan sebagai Sekolah Rakyat. Perbaikan ini akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum, dan diharapkan dapat menampung hingga 1.000 siswaM

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Sebanyak 21 kabupaten/kota di Sumatera Utara telah mengajukan minat untuk mendirikan Sekolah Rakyat di wilayah mereka. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa program ini disambut dengan antusias oleh pemerintah daerah setempat.

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini dan menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Simalungun.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Simalungun siap berkolaborasi dan menyukseskan program Sekolah Rakyat ini. Semoga langkah ini dapat memberi kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Anton SaragihM

Langkah Selanjutnya

Pemprov Sumut bersama Kementerian Sosial akan membahas lebih detail tentang jenjang pendidikan, perencanaan, penganggaran, dan pengawasan program ini. Selain itu, proses rekrutmen siswa dan guru akan segera dimulai.

“Kami mohon dukungan gubernur, bupati, dan wali kota agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat bisa dimulai tahun ini dan dikembangkan di tahun mendatang,” tambah Saifullah Yusuf.

Dengan adanya Sekolah Rakyat  diharapkan masyarakat miskin ekstrem di Sumatera Utara dapat memperoleh pendidikan yang layak dan terjangkau, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.***

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan