Lansia 73 Tahun di Rokan Hilir Tak Pernah Terima Bantuan Sosial, Sekdes Janji Pendataan Ulang

ROKAN HILIR-RIAU || ONTV.CO.ID — Tukimin (73), warga lanjut usia di Dusun Kencana, Kepenghuluan Pasir Putih, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah desa, daerah, maupun pusat, meski telah menetap selama 12 tahun.

Pengakuan ini disampaikan saat awak media menemuinya di kediaman tetangganya, Bude Muliana, Minggu (7/9/2025). Tukimin hidup seorang diri setelah ditinggal istrinya dan kini menggantungkan hidup dari bertani sayuran di lahan milik orang lain.

“Saya sudah lama tinggal di sini, tapi belum pernah dapat bantuan dari desa ataupun dari pemerintah manapun,” ucap Tukimin dengan nada sedih.

Sekdes Klarifikasi: Pendataan Akan Dilakukan Tahun Depan

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa Pasir Putih, Dedi, menyebut bahwa kemungkinan Tukimin belum terdata di tingkat RT. Ia berjanji akan melakukan pendataan ulang pada tahun depan agar warga seperti Tukimin tidak lagi terlewat dalam program bantuan sosial.

“Oh ya, RT-nya yang tidak mendata itu, Pak. Tahun depan kita data, Pak,” ujar Dedi singkat.

Bertani Tanpa Modal, Harapan Tukimin untuk Pinjaman Produktif

Tukimin masih berusaha bertani meski dengan keterbatasan modal. Ia mengandalkan pupuk organik dari limbah pabrik, namun kini kesulitan mendapatkannya karena tidak mampu membeli. Pupuk kimia dianggap terlalu mahal.

“Saya biasa pakai pupuk organik, tapi sekarang modalnya tidak ada. Jadi tanaman kurang maksimal,” jelasnya.

Sebelumnya, Tukimin pernah mengajukan bantuan modal ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), namun ditolak karena BUMDes saat itu hanya fokus pada penyediaan sembako.

“Saya tidak minta gratis, asal ada pinjaman modal saja. Kalau tanaman berhasil, saya bisa kembalikan,” harap Tukimin.

Kisah Tukimin (73), lansia di Dusun Kencana, Pasir Putih, Rokan Hilir, mengaku belum pernah menerima bantuan sosial meski telah tinggal 12 tahun di wilayah tersebut. Ia hidup sendiri dan bertani di lahan milik orang lain dengan keterbatasan modal, mengandalkan pupuk organik yang kini sulit ia beli.

Sekretaris Desa Pasir Putih, Dedi, menyatakan bahwa Tukimin kemungkinan belum terdata di tingkat RT dan berjanji akan melakukan pendataan ulang tahun depan. Tukimin berharap bisa mendapatkan pinjaman modal dari desa, bukan bantuan gratis, agar hasil pertaniannya bisa meningkat dan ia mampu mengembalikan dana setelah panen.

(Suroyo)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan