Bupati KSB dan Wamen PKP Gandeng Investor ke Bendungan Tiu Suntuk

SUMBAWA BARAT-NTB || ONTV.CO.ID – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, H. Fahri Hamzah, SE, mengunjungi Kabupaten Sumbawa Barat pada Jumat sore, 6 Juni 2025. Setibanya melalui jalur udara di Bandara Benete, Wamen langsung menuju Bendungan Tiu Suntuk, Kecamatan Brang Ene, bersama Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST, M.Si. Turut hadir dalam kunjungan ini dua investor asing serta sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Kepala Dinas Sosial Sumbawa Barat Novrisal, SE, Ferial, SKM, serta Kepala BRIDA yang dikenal dekat dengan masyarakat, Mars Anugrainsyah, S.Hut, M.Si.

Kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momen strategis untuk membahas prospek kawasan Bendungan Tiu Suntuk secara terpadu. Bendungan ini memiliki potensi besar dalam berbagai sektor, termasuk irigasi pertanian, ketahanan pangan, dan pariwisata. Bupati Sumbawa Barat pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelaskan rencana besar bagi kawasan bendungan, termasuk pengembangan energi terbarukan dan transformasi wilayah sekitar menjadi pusat ekonomi berbasis desa.

Menanggapi paparan Bupati KSB, Wamen Fahri Hamzah menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan Bendungan Tiu Suntuk harus lebih dioptimalkan untuk berbagai sektor, mengingat Sumbawa Barat memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Selain itu, Wamen juga menyampaikan bahwa Kementerian PKP telah menyiapkan alokasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan pedesaan dan pesisir.

“Bendungan ini memiliki potensi luar biasa. Selain untuk irigasi, kawasan ini bisa dikembangkan sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro, panel surya terapung, perikanan air tawar, hingga wisata air,” ujar Fahri Hamzah. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan kawasan strategis seperti Tiu Suntuk, dengan melibatkan kementerian terkait, seperti PUPR, Kementan, dan Kemenko Infrastruktur, agar program nasional terintegrasi dengan baik.

Kunjungan kerja Wamen PKP ke Bendungan Tiu Suntuk membawa harapan besar bagi pengembangan daerah. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat menjadikan bendungan ini bukan hanya sebagai pusat pertanian dan energi, tetapi juga ikon pembangunan berkelanjutan di NTB bagian barat. Terlebih lagi, wilayah Kecamatan Brang Rea memiliki Bendungan Bintang Bano, yang merupakan bendungan terbesar kedua di NTB.

Wamen menegaskan bahwa kesiapan pemerintah daerah dalam menyusun konsep rencana kerja akan menentukan keberhasilan pengembangan kawasan ini. “Pemerintah pusat siap memberikan dukungan, asalkan ada keseriusan dari daerah. Bendungan ini tidak boleh hanya menjadi monumen air atau tempat ternak sapi, tetapi harus menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat Sumbawa Barat,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi antara Wamen PKP dan Pemkab Sumbawa Barat, Bendungan Tiu Suntuk diproyeksikan mendapat energi baru untuk pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan.(Biro-KSB)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan