KUANTAN SINGINGI-RIAU || ONTV.CO.ID – Sebuah momentum lokal dari tepian Sungai Batang Kuantan menjelma jadi fenomena global. Aksi anak-anak penari atau joki di ujung perahu Pacu Jalur—tradisi lomba perahu panjang khas Riau—viral di media sosial internasional dan memicu tren dance bernama Aura Farming. Bahkan klub sepak bola dunia sekelas AC Milan dan Paris Saint-Germain (PSG) ikut menirukan gerakan khas para “Anak Coki”.
Video yang diunggah ke TikTok memperlihatkan anak-anak dengan semangat membara menari dan menyemangati timnya sambil berdiri di ujung jalur (perahu panjang). Gerakan ritmis dan ekspresif mereka, yang awalnya spontan, mendapat perhatian luar biasa dari publik global, memicu reaksi dari kreator konten di berbagai negara hingga kalangan selebritas dunia.
“Kami kaget banget. Niatnya cuma semangat buat tim, tiba-tiba viral sampai luar negeri,” ujar salah satu anak kepada media, seperti dikutip dari detikNews dan Kompas.com. Pemerintah Provinsi Riau menyambut positif kabar tersebut sebagai pintu gerbang untuk memperkenalkan budaya Pacu Jalur sebagai warisan tak benda yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Pacu Jalur: Warisan Sungai yang Mendunia
Tradisi Pacu Jalur sudah hidup sejak awal abad ke-20 di Kabupaten Kuantan Singingi. Dalam perlombaan ini, satu perahu panjang bisa berisi 40–60 pendayung, dikomandoi oleh seorang joki yang biasanya berdiri di bagian depan. Selain sebagai pengarah, joki juga menjadi pemompa semangat melalui tari dan gerakan tubuh penuh ekspresi. Inilah yang belakangan menjadi viral.
Tren Dance Global dan Sorotan Dunia
Gerakan energik para “Anak Coki” disebut mencerminkan main character energy, istilah kekinian yang menggambarkan kepercayaan diri dan pesona natural seseorang di tengah keramaian. Lagu “Young Black & Rich” dari Melly Mike yang digunakan sebagai latar semakin menambah daya ledak tren Aura Farming. Tidak hanya ditiru, gerakan ini bahkan dimodifikasi menjadi koreografi resmi dalam berbagai konten kreatif dan kampanye digital.
Klub sepak bola AC Milan dan PSG mengunggah video para pemain dan fans mereka yang menirukan gerakan khas joki Pacu Jalur. Beberapa selebritas pun menyuarakan kekaguman mereka atas “ketulusan dan energi budaya lokal Indonesia yang luar biasa”.
Kuantan Singingi: Potensi Wisata yang Menyimpan Harta Karun Alam dan Budaya
Fenomena ini membuka peluang promosi besar bagi pariwisata Kuansing, sebutan lokal dari Kuantan Singingi. Wilayah ini menyimpan banyak daya tarik wisata yang belum banyak diketahui masyarakat luas:
- Air Terjun Guruh Gemurai di Desa Kasang menawarkan tujuh tingkat aliran air yang memesona, cocok untuk pelancong pencinta alam.
- Danau Kebun Nopi menjadi destinasi favorit keluarga dan anak muda, lengkap dengan wahana air serta kuliner lokal.
- Pemandian Air Panas Sungai Pinang, terletak di Hulu Kuantan, dikenal akan khasiat relaksasi dan pemandangan alam sekitarnya.
- Hutan Kota Pulau Bungin di Teluk Kuantan adalah ruang hijau keluarga untuk rekreasi ringan dan berswafoto.
- Desa Koto Sentajo, yang mempertahankan tradisi rumah adat Minangkabau-Riau, kuliner khas, dan bentang hutan lindung seluas 5.000 hektare.
- Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling, yang menjadi habitat harimau Sumatra serta lokasi ekowisata dan penelitian biodiversitas.
Pandangan Ahli dan Langkah Pemerintah
Pengamat budaya menilai fenomena ini sebagai bentuk cultural appreciation yang sehat: bagaimana kegiatan tradisional bisa menginspirasi dunia tanpa kehilangan konteks aslinya.
“Ini bukan sekadar tren dance—ini adalah ekspresi budaya yang mentah, jujur, dan menggugah,” ujar salah satu kurator seni dari Berlin.
Pemerintah daerah menyatakan kesiapan untuk mengembangkan potensi ini secara lebih serius. Kepala Dinas Pariwisata Riau menyebut bahwa dukungan promosi digital, infrastruktur wisata, dan penguatan festival budaya seperti Pacu Jalur menjadi prioritas demi menarik wisatawan dalam dan luar negeri.
Dari Sungai Kecil Menuju Panggung Dunia
Fenomena “Anak Coki” adalah bukti bahwa budaya lokal, jika disampaikan dengan jujur dan penuh semangat, memiliki kekuatan global. Dari aliran Sungai Batang Kuantan yang tenang, kini gelombangnya mengguncang dunia maya, membawa nama Kuantan Singingi ke peta pariwisata dan kebudayaan internasional.(red)
