CIREBON || ONTV.CO.ID —Longsor besar terjadi di area tambang Galian C, Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (30/5/2025) pukul 10.00 WIB. Peristiwa ini menelan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan parah di lokasi tambang. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengungkap beberapa faktor utama yang memicu bencana ini.
Menurut Kepala Badan Geologi, M. Wafid, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan longsor di Gunung Kuda:
- Kemiringan lereng yang sangat terjal – Tebing di lokasi tambang memiliki kemiringan lebih dari 45 derajat, sehingga meningkatkan risiko longsor.
- Metode penambangan yang berisiko – Aktivitas tambang menggunakan teknik under cutting, yang melemahkan struktur tanah dan mempercepat terjadinya pergerakan tanah.
- Kondisi tanah yang labil – Tanah di lokasi tambang mengalami pelapukan, sementara batuan penyusunnya tidak stabil, sehingga mudah mengalami pergerakan.
Selain faktor geologi, wilayah Gunung Kuda juga termasuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Tinggi, berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Cirebon. Artinya, daerah ini memiliki potensi tinggi untukor, terutama jika curah hujan berada di atas normal.
Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menetapkan status tanggap darurat sejak 30 Mei hingga 6 Juni 2025 untuk menangani dampak bencana. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun, sementara pihak berwenang menghimbau masyarakat sekitar untuk segera mengungsi guna menghindari longsor susulan.
Badan Geologi juga merekomendasikan pemasangan rambu rawan longsor dan peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala pergerakan tanah serta langkah mitigasi bencana. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif di masa mendatang.***
