BANDUNG || ONTV.CO.ID — Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, mengeluarkan enam instruksi tegas kepada seluruh jajaran Polres di wilayah hukumnya untuk memberantas aksi geng motor yang semakin meresahkan masyarakat. Langkah ini diambil menyusul sejumlah insiden kekerasan yang melibatkan kelompok bermotor, termasuk kasus penganiayaan terhadap remaja di Garut.
“Geng motor menjadi salah satu perhatian utama kita karena sangat mengganggu ketertiban umum, menimbulkan keresahan di masyarakat, dan berpotensi memicu tindak pidana, dalam keterangan resminya, Minggu (29/6/2025).
Kapolda menekankan bahwa penanganan geng motor tidak cukup hanya dengan razia atau penegakan hukum semata, melainkan perlu pendekatan jangka panjang yang melibatkan keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial.
Enam Instruksi Kapolda Jabar:
- Penegakan hukum maksimal terhadap seluruh aksi kejahatan yang melibatkan geng motor.
- Razia intensif kendaraan roda dua, termasuk pemeriksaan identitas, surat-surat, narkoba, senjata tajam, dan minuman keras.
- Patroli rutin dan patroli siber untuk memantau aktivitas geng motor, terutama di media sosial.
- Penerapan jam malam bagi pelajar, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan sekolah.
- Sosialisasi masif di sekolah dan kepada orang tua tentang bahaya geng motor, termasuk pemasangan spanduk dan deklarasi anti geng motor.
- Pembinaan remaja terjaring razia, bekerja sama dengan instansi terkait untuk rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menambahkan bahwa langkah ini juga merupakan bagian dari pengamanan menjelang libur panjang, di mana potensi kejahatan jalanan meningkat.
“Kapolda menekankan kepada seluruh anggota untuk meningkatkan keamanan di wilayah masing-masing,” ujar Hendra.
Dengan instruksi ini, Polda Jabar berharap dapat menekan angka kriminalitas yang melibatkan geng motor dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.***
