Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Bertambah, Kini 19 Orang Tewas

CIREBON || ONTV.CO.ID – Jumlah korban tewas akibat longsor di area tambang batu alam Gunung Kuda, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, terus bertambah. Hingga Minggu (1/6/2025), Tim SAR gabungan menemukan dua jenazah tambahan, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 19 orang.

Tim SAR gabungan masih berupaya mencari 6 korban yang diduga masih tertimbun di bawah material longsoran. Evakuasi dilakukan dengan bantuan Unit K9 (anjing pelacak) serta alat berat seperti 6 excavator dan 2 loader.

Dilansir dari detik.com, menurut Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat, proses pencarian menghadapi kendala berupa banyaknya material longsoran dan risiko longsor susulan. Pihak kepolisian telah memasang garis polisi untuk mengamankan area dan mencegah warga mendekat.

Berikut beberapa nama korban yang telah teridentifikasi:

  • Andri (41) – Desa Padabeunghar, Kuningan
  • Sukadi (48) – Desa Buntet, Cirebon
  • Sanuri (47) – Desa Semplo, Cirebon
  • Sukendra – Desa Girinata, Cirebon
  • Dendi Hirmawan (40) – Desa Cimenyan, Bandung
  • Sarwah (36) – Kelurahan Kenanga, Cirebon
  • Rusjaya (48) – Desa Beberan, Cirebon
  • Rion Firmansyah – Desa Kepuh, Cirebon
  • Rino Ahmadi (28) – Desa Cikalahang, Cirebon
  • Ikad Budiarso (47) – Desa Budur, Cirebon
  • Toni (46) – Desa Kepuh, Cirebon
  • Wastoni Hamzah (25) – Desa Krangkeng, Indramayu
  • Jamaludin (49) – Desa Krangkeng, Indramayu
  • Suparta (42) – Desa Kepuh, Cirebon
  • Sakira Bin Jumair (44) – Desa Cikeusal, Cirebon
  • Sunadi (30) – Desa Girinata, Cirebon
  • Sanadi Bin Darya (47) – Desa Cikeusal, Cirebon
  • Nalo Sanjaya (53) – Desa Kedongdong Kidul, Cirebon
  • Wahyu Galih Bin Aga (26) – Desa Cipanas, Cirebon

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik senilai Rp27,7 juta untuk mendukung dapur umum di lokasi bencana. Bantuan ini mencakup makanan instan, minyak goreng, gula, dan teh, yang digunakan untuk memasak hingga 400 porsi makanan bagi tim evakuasi dan keluarga korban.

Selain itu, Polda Jabar dan BPBD Kabupaten Cirebon terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan tim kesehatan untuk memastikan penanganan korban dan pencegahan longsor susulan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, terutama para penambang, untuk berhati-hati dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah yang berpotensi menyebabkan longsor.***

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan