Dikenal Sebagai TKW, Dewi Astutik Ternyata Buronan Interpol Kasus Sabu 2 Ton

PONOROGO || ONTV.CO.ID – Warga Dusun Sumber Agung, Desa Balong, Ponorogo, dikejutkan dengan fakta bahwa Dewi Astutik, yang selama ini dikenal sebagai mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW), ternyata merupakan buronan Interpol dalam kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 2 ton senilai Rp5 triliun.

Nama Dewi Astutik mencuat setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jaringan penyelundupan narkoba internasional yang melibatkan dirinya. Warga sekitar mengaku tidak menyangka bahwa sosok yang selama ini dikenal sebagai pekerja migran ternyata memiliki keterlibatan dalam kejahatan besar.

Dewi Astutik diketahui pernah bekerja sebagai TKW di Taiwan dan Hongkong, sebelum akhirnya berangkat ke Kamboja dengan alasan mencari pekerjaan baru. Namun, berdasarkan investigasi, ia diduga menggunakan status sebagai pekerja migran untuk menyamarkan aktivitasnya dalam jaringan narkoba internasional.

Dilansir dari detik.com, menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Dewi telah lama menjadi buronan internasional dan masuk dalam red notice Interpol sejak 2024. Kasus ini terungkap setelah aparat gabungan menggagalkan penyelundupan 2 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau.

Kabar ini membuat warga Dusun Sumber Agung terkejut dan prihatin. Beberapa tetangga mengaku mengenal Dewi sebagai sosok yang sering berganti-ganti gaya rambut dan dandanan, sehingga sulit dikenal.

“Awalnya rambutnya pendek, tapi sering berubah-ubah,” ujar seorang warga setempat.

Sebelum kasus ini mencuat, Dewi sempat pamit kepada warga bahwa ia akan bekerja di Kamboja setelah Lebaran 2023.

“Waktu itu pamitnya habis Lebaran, bilangnya mau kerja ke Kamboja. Saya sempat tanya kok jauh sekali, dia jawab di rumah nggak ada kerjaan,” ungkap seorang tetangga.

Kasus ini membuat Kantor Imigrasi Ponorogo memperketat pengawasan terhadap orang asing dan pekerja migran yang keluar masuk wilayah tersebut.

“Kami sudah menggelar rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) untuk meningkatkan pengawasan,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Ponorogo, Happy Reza Dipayuda.

Saat ini, aparat kepolisian dan BNN terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap Dewi Astutik dan membongkar jaringan narkoba yang melibatkan dirinya. Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat besarnya jumlah narkotika yang diselundupkan serta dampaknya terhadap masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Aktifkan JavaScript untuk meninggalkan komentar.