TULANG BAWANG BARAT II ONTV.CO.ID – Polemik kandang babi di Tiyuh Tirta Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), kian memanas. Setelah sebelumnya santer disebut milik seorang anggota TNI, fakta terbaru mengungkap bahwa ternak tersebut justru diduga kuat milik seorang tenaga pendidik di SMP Negeri setempat.
Ironisnya, hingga kini sang pemilik belum dapat dimintai keterangan. Informasi terakhir menyebutkan yang bersangkutan sedang berada di Lampung Timur. Sementara itu, kandang babi yang berdiri di tengah pemukiman warga tetap beroperasi, menimbulkan bau tak sedap dan keresahan masyarakat sekitar.
Bantahan TNI: Tidak Ada Kaitan
Komandan Koramil Tulang Bawang Tengah, Lettu Inf Yogo Utomo, menegaskan pentingnya ketelitian dalam pemberitaan terkait institusi TNI.
> “Kalau menyangkut TNI, harus konfirmasi dulu agar tidak menimbulkan ketersinggungan. Begitu juga soal kepemilikan, jangan hanya berdasarkan informasi sepihak. Harus dicek, diverifikasi, dan dikonfirmasi agar tidak salah dalam pemberitaan,” ujarnya.
Ia memastikan, tidak ada keterkaitan antara TNI maupun dirinya dengan keberadaan kandang babi tersebut.
Warga Tidak Pernah Dimintai Persetujuan.
Masyarakat Tirta Kencana mengaku tidak pernah dimintai persetujuan, baik secara lisan maupun tertulis, terkait pendirian kandang. Pemerintah tiyuh juga dinilai pasif karena belum mengambil langkah tegas, hanya menunggu adanya “gejolak” dari warga.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran potensi konflik sosial, mengingat kandang babi berdiri di lingkungan mayoritas Muslim. MUI Tubaba sebelumnya sudah mengingatkan bahwa keberadaan kandang babi tanpa izin di tengah pemukiman berisiko menimbulkan masalah serius, baik dari aspek agama maupun kesehatan lingkungan.
Desakan Penyelesaian.
Hingga kini, kejelasan mengenai status izin maupun kepemilikan sah kandang babi tersebut masih menggantung. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum situasi berkembang menjadi konflik terbuka.
Keberadaan kandang babi tanpa izin di tengah pemukiman bukan hanya persoalan bau dan kesehatan, tetapi juga bentuk pembiaran yang dikhawatirkan memperlebar jarak sosial antarwarga.( Made )
