LABUHANBATU SELATAN || ONTV.CO.ID — Komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) terhadap pendidikan inklusif kembali mendapat sorotan positif. Bupati Labusel, Fery Sahputra Simatupang, secara langsung mengantar Intan Mutiara Nasution ke Pondok Pesantren Ar-Rasyid, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, sebagai wujud nyata sinergi dan kepedulian terhadap masa depan anak daerah.
Makan Siang Hangat Sebelum Perpisahan
Sebelum keberangkatan, Intan dijamu makan siang di Rumah Dinas Bupati bersama jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat. Momen ini berlangsung penuh kehangatan dan semangat kekeluargaan, menegaskan bahwa Intan adalah bagian dari keluarga besar Labusel.
Pengawalan Lengkap ke Pondok Pesantren
Bupati Fery bersama Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro, didampingi Dandim 0209/LB, Ketua DPRD, Wakapolres, Kakan Kemenag, Ketua KPAD dan jajaran lainnya, turut mengantar Intan ke pesantren. Rombongan disambut hangat oleh Buya M. Fikri Al-Azhari, Direktur Ponpes Ar-Rasyid.
Pendidikan Inklusif untuk Semua
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, di mana Intan menyampaikan langsung keinginan untuk melanjutkan pendidikan pesantren. Pemerintah dan Kemenag pun bergerak cepat, menunjukkan responsif dan empati yang tinggi.
“Kami hadir bukan sekadar seremonial, ini bentuk tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak kita,” ucap Bupati Fery.
Ia juga mengimbau agar sekolah di bawah Pemkab dan Kemenag Labusel tidak memberatkan siswa dengan kewajiban non-esensial agar hak pendidikan tetap terjaga.
Dukungan Kemenag dan Ponpes Ar-Rasyid
Kakan Kemenag Labusel, Awaluddin Habibi, mengapresiasi langkah cepat Bupati: “Intan kini menjadi bagian dari keluarga pesantren Kemenag. Semoga menjadi anak sholehah dan sukses dunia akhirat.”
Direktur Ponpes, Buya Fikri, juga menyampaikan kesiapan penuh dalam mendampingi Intan: “Kami akan mendidik dan membimbing dengan sebaik-baiknya. Terima kasih atas kepercayaan dan sinergi yang luar biasa ini.”
Harapan Baru untuk Generasi Labusel
Intan tampak bahagia menyambut babak baru pendidikannya. Pemerintah Labusel membuktikan bahwa tak ada anak yang ditinggalkan. Semua anak berhak meraih masa depan lebih cerah, dan pemerintah hadir sebagai pelindung serta penggerak kebaikan.
(Kidi Nasution)
