PADANG-SUMBAR || ONTV.CO.ID — Di tengah ragam kuliner Nusantara, dua hidangan khas Sumatra Barat kerap mencuri perhatian pencinta masakan berbumbu kuat: nasi Padang dan nasi Kapau. Sekilas tampak serupa, namun keduanya menyimpan perbedaan yang mencerminkan akar budaya dan tradisi unik masing-masing.
Nasi Padang berasal dari Kota Padang dan telah menjadi kuliner Minang yang paling banyak dikenal di tingkat nasional. Hidangan ini identik dengan penyajian puluhan lauk dalam piring-piring kecil yang dibawa sekaligus ke meja pelanggan. Lauk andalannya antara lain rendang, ayam pop, gulai tunjang, serta sambal hijau khas Padang yang menggugah selera.
Sementara itu, nasi Kapau berasalau di Kabupaten Agam, dekat Bukittinggi. Di lapau Kapau, lauk disajikan dari atas meja besar, dan pramusaji menyendoknya dengan sendok batok bertangkai panjang—gaya penyajian khas yang mempertahankan nuansa tradisional. Menu khasnya mencakup gulai tambusu (usus isi tahu dan telur), gulai kapau (kombinasi nangka muda, kol, dan kacang panjang), serta rendang kentang kecil yang unik.
Secara rasa, nasi Padang dikenal dengan santan yang gurih pekat dan aroma rempah kuat. Nasi Kapau cenderung menghadirkan rasa lebih ringan, dengan kuah berwarna kuning cerah hasil dominasi kunyit, dan sedikit asam dari penggunaan asam kandis.
Keduanya tak sekadar sajian makan siang—nasi Padang dan nasi Kapau adalah ekspresi budaya, identitas daerah, dan kekayaan warisan kuliner yang terus bertahan di tengah zaman. Dalam satu suap, terselip sejarah dan kebanggaan Minangkabau.(Citra Yofvie Ardina)
