Kontes Miss Glamour FORNAS VIII NTB Tuai Kontroversi, Pemerhati Budaya Desak Evaluasi Total

LOMBOK TIMUR-NTB || ONTV.CO.ID — Gelaran Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di NTB yang diharapkan menjadi panggung internasional untuk promosi budaya dan sportivitas, kini tengah disorot tajam. Bukan karena prestasi, melainkan kontroversi kontes Miss Glamour yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai budaya lokal Pulau Lombok yang dikenal religius dan dijuluki “Pulau Seribu Masjid.”

Muhrim Rajasa, tokoh muda pemerhati FORNAS VIII NTB, menyampaikan kecaman keras atas kelalaian panitia yang meloloskan kontes tersebut ke dalam agenda resmi. Ia menilai kontes yang mempertontonkan aspek fisik wanita secara eksplisit telah mencoreng marwah NTB sebagai tuan rumah acara nasional.

“Kontes itu bukan hanya tidak mendidik, tapi juga mencederai nilai-nilai budaya kami. Lombok punya warisan kearifan lokal yang mesti dijaga, bukan dipertontonkan secara vulgar,” tegas Muhrim.

Kritik publik pun membanjiri media sosial. Berbagai kalangan, dari tokoh agama, budayawan, hingga masyarakat umum, mempertanyakan tanggung jawab panitia dan pemerintah daerah.

Muhrim menyerukan agar panitia FORNAS VIII dievaluasi secara menyeluruh. Bahkan, ia meminta adanya audit transparan terhadap penggunaan anggaran dan persiapan lomba, serta desakan agar Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tidak berdiam diri.

“Tidak cukup sekadar minta maaf. Pemerintah harus turun tangan langsung dan bertanggung jawab atas kegaduhan ini,” tambahnya.

FORNAS VIII sejatinya dimaksudkan sebagai momentum NTB mendunia. Namun polemik ini justru menghadirkan ironi: ketika cita-cita luhur dipertaruhkan oleh konten acara yang tak selaras dengan karakter dan norma lokal.

(den)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan