Musim Kemarau Tiba Lebih Lambat, Sejumlah Wilayah Masih Diguyur Hujan

BMKG || ONTV.CO.ID – Hingga akhir Juni 2025, sebagian wilayah Indonesia masih diguyur hujan meski kalender menunjukkan seharusnya telah memasuki musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa peralihan musim tahun ini berlangsung lebih lambat akibat dinamika atmosfer global yang masih aktif.

Sejumlah faktor seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin berkontribusi terhadap tingginya curah hujan di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG memperkirakan bahwa puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2025, dengan beberapa daerah mulai mengalami penurunan curah hujan sejak pertengahan Juni. Namun, distribusi cuaca yang tidak merata membuat sebagian wilayah lainnya masih dibayangi potensi hujan sedang hingga lebat.

Peristiwa solstis utara yang terjadi pada 21 Juni turut menjadi penanda astronomis bahwa wilayah tropis seperti Indonesia bersiap memasuki musim kemarau. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mengikuti informasi prakiraan cuaca harian.

Keterlambatan musim kemarau ini berpotensi memengaruhi sektor pertanian, infrastruktur, hingga jadwal kegiatan lapangan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemangku kebijakan dan warga sangat diperlukan untuk menyesuaikan berbagai rencana sesuai dinamika alam yang terjadi.***

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan