SUBANG, JAWA BARAT II ONTV.CO.ID – Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Fajar Sidik (MFS) Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kembali menggelar tradisi Ruat Laut yang ke-59, Minggu (27/9/2026).
Tradisi tahunan masyarakat pesisir Blanakan tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur para nelayan atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan Allah SWT melalui hasil laut.
Rangkaian Ruat Laut ditandai dengan pelepasan replika perahu dongdang yang telah dilengkapi berbagai sesaji, termasuk kepala kerbau. Perahu tersebut kemudian diarak dan dibawa menuju laut lepas menggunakan kapal, diikuti ratusan perahu nelayan.
Sebelum diberangkatkan, prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa keselamatan. Setelah seluruh rangkaian persiapan selesai, Ketua KUD Mina Fajar Sidik Blanakan, H. Dasam, MB, secara langsung melepas keberangkatan perahu dongdang.
Dalam sambutannya, H. Dasam menegaskan bahwa tradisi Ruat Laut bukan dimaksudkan sebagai bentuk persembahan kepada laut, melainkan sebagai ungkapan rasa syukur para nelayan atas nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT.
«“Dengan keberangkatan perahu dongdang ke lautan, bukan semata-mata kami memberikan persembahan kepada lautan. Akan tetapi, semua itu karena para nelayan mensyukuri atas nikmat dan limpahan rezeki yang telah Allah berikan dari lautan. Semoga keberangkatan perahu dongdang Allah berikan keselamatan sampai pulang,” ujar H. Dasam.»
Dengan mengucapkan basmalah, “Bismillahirrahmanirrahim”, perahu dongdang kemudian diberangkatkan menuju laut lepas.
Rangkaian kegiatan Ruat Laut ke-59 KUD Mina Fajar Sidik Blanakan juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya. Di antaranya ngaruat wayang kulit purwa Langen Kusuma Putra dengan dalang Ki H. Rusmanto Putra Tomo dari Kabupaten Indramayu, penanaman bibit pohon mangga di kawasan Kalen Bawah, pawai kapal, upacara adat di laut, serta pagelaran seni budaya.
Selain itu, kegiatan keagamaan turut menjadi bagian penting dalam acara tersebut melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan Ustaz Uzen Zaenudin Abidin dan doa yang dipimpin Ustaz Muhammad Zein Abas.
KUD Mina Fajar Sidik juga memberikan santunan kepada 181 anak yatim dan jompo, serta menggelar khitanan massal bagi 19 anak.
Dalam kesempatan tersebut, H. Dasam turut menyampaikan harapannya terhadap pembangunan dan kemandirian wilayah pesisir Blanakan.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah dua kali mengundang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kegiatan Ruat Laut, namun belum dapat hadir. Hal serupa juga disampaikan terkait undangan kepada Bupati Subang.
“Saya sangat merasa kecewa dengan ketidakhadiran beliau dalam undangan KUD Mina Fajar Sidik. Untuk itu, kami optimis ke depan, walau tanpa adanya dukungan beliau, terutama daerah wilayah pesisir akan bisa membangun daerahnya sendiri dengan kemandirian,” kata Dasam.
Menurutnya, penanaman ratusan pohon mangga merupakan bagian dari upaya KUD Mina Fajar Sidik untuk mengembangkan potensi ekonomi dan lingkungan di Blanakan.
“Suatu saat ke depan Blanakan akan bisa menjadi daerah mangga. Bukan hanya Indramayu yang bisa menghasilkan buah mangga, tetapi Blanakan pun ke depan bisa. Kemajuan Blanakan ke depan akan bisa menjadi wisata seperti Pakuan,” ujarnya.
Prosesi utama Ruat Laut semakin meriah ketika kapal yang membawa dongdang bergerak menuju laut lepas dan diikuti ratusan perahu nelayan.
Setibanya di tengah laut, perahu dongdang kemudian dilarung ke laut. Sesaji yang berada di dalamnya menjadi bagian dari prosesi adat yang kemudian diambil oleh para nelayan.
Air laut yang bercampur darah kerbau juga digunakan sebagian nelayan untuk memandikan perahu mereka. Tradisi tersebut dipercaya secara turun-temurun oleh masyarakat nelayan Blanakan sebagai bagian dari ikhtiar memohon keberkahan, keselamatan, dan kelancaran dalam mencari rezeki di laut.
Kegiatan Ruat Laut ke-59 tersebut turut dihadiri sejumlah tamu undangan dan unsur terkait, di antaranya Dinas Perikanan Kabupaten Subang, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Subang, Camat Blanakan Cucu Wahyu, Kapolsek Blanakan Iptu Yayan Setiawan, Koramil 0506 yang diwakili Kapten Inf Amin, Polairud Polres Subang, Kasi Ops Surya, Darma Kalijati Subang Kapten Paska Tanto, Dansub Denpom Subang Kapten Cpm Eman Sulaiman, Syahbandar Perikanan Dede Juwarna, Pasi Intel Yonif 312/KH Letnan Inf Atmajaya, Dekopinda Subang Kartilam Yudistira, Ketua Dekopinda Subang Handoyo, Ketua DPC HNSI Ispadi Atmaja, Ketua PGRI Kecamatan Blanakan Suhandi, anggota DPRD dari PDI Perjuangan H. Adik LP Solihin, anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) H. Ratno Hartono Syaripudain, serta para ketua KUD se-Kecamatan Blanakan.
Ruat Laut ke-59 KUD Mina Fajar Sidik Blanakan menjadi momentum pelestarian tradisi leluhur sekaligus memperkuat kepedulian sosial, kebudayaan, dan semangat membangun kemandirian masyarakat pesisir. (Bebeng)
