INDRAMAYU-JABAR || ONTV.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis menghadapi tantangan era digital. Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi membuka kegiatan Sekolah Pasar Modal di Aula Bappeda-Litbang, dengan tema “ASN Melek Investasi: Bijak Kelola Gaji, Siap Pensiun Sejahtera.”
Kegiatan ini menjadi respons atas maraknya perilaku konsumtif dan meningkatnya kasus investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga praktik judi daring yang merugikan masyarakat. Dalam sambutannya, Lucky Hakim menyoroti dampak serius dari investasi bodong, mulai dari penurunan produktivitas kerja, keretakan rumah tangga, hingga tindakan ekstrem seperti bunuh diri.
“Literasi keuangan bukan hanya soal menabung, tapi bagaimana ASN bisa mengelola gaji secara bijak dan berinvestasi secara legal demi masa depan yang sejahtera,” tegas Lucky Hakim.
Kolaborasi OJK, MNC Sekuritas, dan Bursa Efek Indonesia
Sekolah Pasar Modal ini menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan Cirebon dan MNC Sekuritas, yang memberikan edukasi menyeluruh tentang:
- Pengenalan pasar modal dan instrumen investasi
- Manfaat investasi jangka panjang
- Cara mengenali dan menghindari investasi bodong
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digagas Kementerian Dalam Negeri bersama OJK, dengan fokus tahun 2025 pada akselerasi pemanfaatan produk dan layanan sektor pasar modal. Bursa Efek Indonesia turut berperan sebagai fasilitator dan Self-Regulatory Organization (SRO) dalam meningkatkan inklusi keuangan ASN.
Hadirkan Tokoh Penting dan Akademisi
Acara ini turut dihadiri oleh:
- Tesar Pratama – Asisten Direktur OJK Cirebon
- Muhammad Zaenal Muttaqin – Kepala BKPSDM Indramayu
- Iin Indrayati – Kepala Bappeda-Litbang Indramayu
- Fitria Damayanti – Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Wiralodra
- Firman Hananto – Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Bursa Efek Indonesia
Kehadiran para tokoh ini memperkuat komitmen lintas sektor dalam membentuk ASN yang cerdas finansial, mampu menghindari jebakan investasi ilegal, dan siap menghadapi masa pensiun dengan sejahtera.
(Mutadi)
