Di dalam foto juga nampak dan di tandai bagian besi tiang beda ukuran,dan apa yang di katakan oleh narasumbernya Sule warga setempat “, “Drum yang digunakan sebagai tihang penahan bangunan jembatan, COR rannya retak. Selain itu, besi yang dipakai mengunakan besi 12 dan hanya 6 batang. Dioplos besi 12 sama 16 polos. Besi ulir hanya buat penahan dipinggir besi 16,” terang Sule .
“Sehingga kualitas jembatan diragukan, kami sebagai masyarakat setempat, serta pengguna manfaat jembatan merasa sangat kecewa,” tambah Sule .
Sule mengatakan kepada awak media sesuai dengan hasil dilokasi, pekerjaan proyek jembatan ini diduga adanya pengurangan dari segi penggunaan besi yang sudah di sepakati dan tertuang didalam RAB ( Rencana Anggaran Belanja).
Dengan adanya pemberitaan tersebut dan ada narasumber dari masyarakat setempat seharusnya pihak dinas PUPR (pekerjaan umum dan penataan ruang) bersikap tegas untuk tegur kontraktor atau beklis CV nya sebagai sanksinya, karena ketika pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan RAB nya , masyarakat setempat yang di rugikan juga kualitas nya akan kurang bagus.
Kalau adanya pemberitaan atau kejadian tersebut di biarkan,maka akan jadi pertanyaan besar untuk publik ,ada apa antara dinas PUPR dengan pihak kontraktor.(Esta)
