Asal Usul Hari Bhayangkara: Dari Djawatan Kepolisian hingga Pengabdian Tanpa Batas

EDUKASI || ONTV.CO.ID – Setiap 1 Juli, Indonesia memperingati Hari Bhayangkara, sebuah momen bersejarah yang merefleksikan perjalanan panjang Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga ketertiban dan keamanan nasional.

Tanggal ini bukan sekadar simbol seremonial, melainkan memiliki akar sejarah yang kuat. Pada 1 Juli 1946, pemerintah mengeluarkan Penetapan Pemerintah Nomor 11/S.D. Tahun 1946 yang menetapkan pembentukan Djawatan Kepolisian Negara. Lembaga ini bertanggung jawab langsung kepada perdana menteri, menjadikannya sebagai institusi kepolisian nasional yang terpisah dari militer dan kementerian lainnya.

Sebelum penetapan ini, urusan kepolisian masih berada di bawah Kementerian Dalam Negeri dan bersifat lokal. Momentum 1 Juli 1946 menjadi tonggak pembentukan satu kesatuan kepolisian yang utuh di seluruh wilayah Indonesia. Inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Bhayangkara.

Filosofi Bhayangkara

Istilah “Bhayangkara” diambil dari pasukan pengawal elite Kerajaan Majapahit yang dibentuk oleh Patih Gajah Mada pada abad ke-14. Pasukan ini bertugas melindungi raja dan stabilitas kerajaan. Semangat pengabdian tanpa pamrih inilah yang kemudian diwarisi oleh institusi Polri, sebagai penjaga keamanan rakyat dan negara.

Refleksi dan Komitmen

Peringatan Hari Bhayangkara setiap tahunnya menjadi momen refleksi sekaligus motivasi bagi jajaran Polri untuk meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan pelayanan publik yang humanis. Dalam konteks modern, Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga demokrasi, pelindung masyarakat, dan mitra dalam pembangunan nasional.(red)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan