Distribusi BBM Solar Industri di Karangsong Dipertanyakan

INDRAMAYU || ONTV.CO.ID – Maraknya kabar Pengisian bahan bakar (BBM) solar Industri Pelabuhan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat diduga ilegal.

Untuk memastikan hal tersebut pada Sabtu (18/1/2025), awak media meninjau lokasi, Kordinator Lapangan (Korlap) Apri mengatakan bahwa solar tersebut berasal dari Bandung.

“Solarnya dari pusat pak, dari Bandung dari PT. Perisai Mas Pratama dengan solar industri harga dasarnya sama, Rp.10.000 perliter yang diterima sama nelayan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Apri menerangkan, untuk kegiatan bahan bakar (BBM) solar industri sekarang ini ada 5 buah unit mobil tangki yang ukuran kapasitasnya 8.000 liter, yang salah satu unit mobil tangki berplat nomer kendaraan E 9243 AC, yang semuanya  bejumlah 40.000 liter.

“Pendistribusian BBM solar industri akan mengisi ke kapal Samawa 2 milik juragan kapal ‘K’,” tutur Apri.

Apri menerangkan bahwa surat-surat pe distribusian BBM tersebut lengkap dan juga ada surat jalannya.

Ketika Awak media menanyakan terkait pajak bahan bakar (BBM) Solar industri dalam kegiatan di Pelabuhan Karangsong, mereka menjawab pajak bahan bakar (BBM) solar industri di Pelabuhan Karangsong sebesar 12% setelah harga Rp.10.000 ke nelayan.

Sedangkan harga BBM solar industri Pertamina tahun 2025 sendiri harganya Rp.14.500.

Awak media sempat mewancarai pemilik kapal inisial K tapi dia menolak diwawancarai.

“Saya mah pembeli dan mereka penjual engga usah ngapain,” ucapnya.

Lurah setempat Karnadi ketika dikonfirmasi juga memberi tanggapan serupa dengan menggunakan bahasa Indramayu.

“Knapa ngurak ngurak kita,” katanya dengan nada kesal.

Hal tersebut di sesalkan awak media karena tidak sepatutnya beliau bersikap seperti itu.

Pantauan media, pendistribusian BBM solar industri di Pelabuhan Karangsong dilaksanakan oleh PT. Perisai Mas Pratama.

Dengan respon yang tidak kooperatif, hal tersebut menimbulkan pertanyaan awak media.

Diharapkan Aparat penegak hukum (APH) memeriksa legalitas kegiatan distribusi BBM Industri di Karangsong dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.(Mutadi)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan