Warga Prumnas dan Talang Tembesu Resah Akibat Serbuan Lalat

TULANG BAWANG II ONTV.CO.ID –Warga Perumnas Griya Nuansa dan Talang Tembesu mengeluhkan maraknya lalat yang masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi ini diduga kuat sebagai dampak keberadaan sejumlah kandang ayam broiler yang beroperasi di sekitar wilayah Kelurahan Menggala Selatan dan Ujung Gunung, Kabupaten Tulang Bawang.(24/12/2025).

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh masyarakat bersama para Ketua RT yang berada di sekitar lokasi kandang ayam, yakni RT Prumnas Griya Nuansa dan RT Talang Tembesu. Mereka mengaku kecewa terhadap lima pemilik/pengurus usaha kandang ayam yang berlokasi di wilayah Talang Tembesu dan Idertameng karena dinilai mengingkari kesepakatan bersama yang telah dibuat secara tertulis.

Kesepakatan itu sendiri merupakan hasil musyawarah yang digelar pada 8 September 2025 di Masjid Syahmin Karim, Talang Tembesu. Musyawarah tersebut melibatkan perwakilan warga RT Prumnas Griya Nuansa, RT Talang Tembesu, RT Idertameng, serta lima pemilik/pengurus kandang ayam broiler, yakni Nizar/Reza, Amri, Nimbang, Andre, dan Sandi. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari solusi atas permasalahan banyaknya lalat yang meresahkan warga sekitar.

Dalam musyawarah tersebut, para pemilik/pengurus kandang ayam menyepakati sejumlah poin, salah satunya adalah komitmen untuk memberikan obat pembasmi lalat merek AGITA sebanyak 10 kilogram setiap bulan kepada warga sekitar melalui Ketua RT setempat. Namun, hingga kini komitmen tersebut dinilai tidak dijalankan secara konsisten.

“Obat pembasmi lalat baru sekali diberikan, itupun tidak sesuai kesepakatan. Sudah tiga bulan terakhir ini tidak ada lagi tindak lanjut meskipun kami sudah mengingatkan,” ujar Akmal, Ketua RT Prumnas Griya Nuansa.

Kekecewaan juga disampaikan warga karena obat pembasmi lalat yang diberikan bukan sesuai dengan kesepakatan awal. Alih-alih merek AGITA, warga justru menerima obat merek lain yang dinilai berbeda dari segi kualitas dan efektivitas.

“Kami merasa seperti dibodohi. Obat yang diberikan berbau menyengat dan tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat bersama,” ungkap Putra, tokoh pemuda Idertameng.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT Talang Tembesu, Joni, yang mengaku kecewa lantaran tidak adanya tindak lanjut dari janji pemilik kandang ayam. Menurutnya, selain komitmen pemberian obat lalat, sebelumnya juga dijanjikan akan diturunkan tim dari Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Kabupaten Tulang Bawang untuk mengecek penyebab banyaknya lalat serta langkah pencegahannya. Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.

Sementara itu, Tabrani, tokoh masyarakat setempat, menegaskan bahwa keberadaan lalat dalam jumlah besar telah l keresahan serius di tengah masyarakat. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut juga dinilai berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit bagi warga yang tinggal di sekitar kandang ayam.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menindaklanjuti keluhan tersebut demi menjaga kesehatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.(Muh/51617).

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan