Warga AS Kecam Trump atas Serangan ke Iran, Gelombang Protes Meluas

INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID — Ribuan warga Amerika Serikat turun ke jalan mengecam keputusan Presiden Donald Trump yang memerintahkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Sabtu (21/6/2025). Aksi protes berlangsung di berbagai kota besar seperti New York, Los Angeles, dan Washington D.C., menandai gelombang penolakan publik terhadap keterlibatan militer AS dalam konflik Timur Tengah.

Demonstran membawa spanduk bertuliskan “Stop the War on Iran” dan “Trump is a War Criminal”, menuntut penghentian agresi militer dan mendesak pemerintah untuk mengalihkan anggaran perang ke kebutuhan domestik.

“Saya melihat ini seperti déjà vu tahun 2003,” ujar Layton Tallwhiteman, warga Montana, mengacu pada invasi AS ke Irak. “Apakah kita tidak belajar dari masa lalu?”

Kritik juga datang dari kalangan legislatif. Sejumlah anggota DPR AS, termasuk dari Partai Demokrat dan bahkan sebagian dari Partai Republik, menyebut serangan tersebut ilegal karena dilakukan tanpa persetujuan Kongres. Mereka menilai tindakan Trump berisiko memicu konflik regional yang lebih luas dan membahayakan keselamatan warga serta pasukan AS di luar negeri.

Sementara itu, Gedung Putih membela keputusan tersebut sebagai langkah strategis untuk menekan ambisi nuklir Iran. Namun, kelompok anti-perang seperti ANSWER Coalition menyebut serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB.

Aksi protes dijadwalkan terus berlanjut sepanjang pekan, dengan puncaknya pada 28 Juni mendatang di ibu kota AS. Para pengunjuk rasa menyerukan agar AS segera menghentikan keterlibatannya dalam konflik Iran-Israel dan kembali pada jalur diplomasi.***

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan