Bantuan Kerbau Kelompok Agung Lestari di Kampung Penawar Baru Jadi Sorotan

TULANG BAWANG || ONTV.CO.ID – Kelompok ternak Agung Lestari di Kampung Penawar Baru, Kecamatan Gedung Aji, diduga telah menjual bantuan kerbau yang mereka terima pada tahun 2015. Menurut informasi yang diperoleh, jumlah kerbau yang dijual mencapai 29 ekor.

Salah satu narasumber yang dikonfirmasi menyatakan bahwa kerbau tersebut telah terjual dengan total nilai Rp 380 juta. Kampung Penawar Baru sendiri menerima bantuan kerbau dari pemerintah pusat melalui Dinas Peternakan pada tahun 2015 sebanyak 20 ekor. Hingga tahun 2025, jumlahnya meningkat menjadi 29 ekor. Namun, yang mengejutkan warga, proses pemuatan kerbau dilakukan pada malam hari.

“Kami tidak bisa mengambil gambar kerbau itu karena muatnya dilakukan malam hari. Kami pun merasa bingung, kenapa pemindahannya dilakukan pada waktu tersebut,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Narasumber itu juga mengungkapkan bahwa saat ini masih tersisa 18 ekor kerbau yang belum diambil oleh pembeli, karena masih menunggu pihak Dinas Peternakan melakukan dokumentasi.

Ketika salah satu anggota kelompok ternak, Pak Iput, dikonfirmasi oleh awak media, ia mengaku tidak mengetahui detail terkait penjualan kerbau tersebut.

“Kalau soal kerbau, saya tidak tahu-menahu. Silakan tanyakan kepada Ibu Irmawati, karena dia yang lebih memahami masalah ini,” ujarnya.

Irmawati, yang diketahui sebagai pendamping kelompok Agung Lestari, saat dikonfirmasi di kediamannya bersama suaminya, tampak kebingungan saat dimintai keterangan. Ia menjelaskan bahwa dirinya bukan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Kampung Penawar Baru, melainkan bertugas di Banjar Baru, Kecamatan Banjar Agung.

“Namun, saya mengetahui bahwa bantuan kerbau itu diberikan pada tahun 2015 dengan jumlah awal 18 ekor. Sayangnya, banyak yang mati akibat penyakit PMK tahun lalu. Saya juga pernah bermusyawarah dengan kelompok ternak bahwa jika kerbau tersebut dijual, nantinya akan diganti dengan sapi yang sudah bunting,” tambah Irma.

Terkait proses penjualan, Irma menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu Dinas Peternakan turun langsung ke lokasi.

“Kami masih menunggu kehadiran Bapak Nasib atau kepala dinas untuk melihat langsung kondisi kerbau sebelum ada langkah lanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Imam, Ketua Kelompok Agung Lestari, menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui apakah kerbau tersebut benar-benar telah terjual.

“Sekretaris atau bendahara saya belum memberikan laporan mengenai status penjualan kerbau. Sudah satu minggu ini saya belum melihat langsung kerbau di kandang,” tuturnya.

Imam juga menegaskan bahwa jika penjualan memang sudah terjadi, ia tidak memegang uang hasilnya secara langsung.

“Begitu kerbau dijual, dana langsung digunakan untuk membeli sapi yang sudah bunting. Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Palo dan Ibu Irma terkait hal ini,” tambahnya.
(SDN)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan