Debu Truk Tanah di Jalan Muntur–Ranjeng Dikeluhkan Warga

INDRAMAYU II ONTV.CO.ID – Aktivitas truk pengangkut tanah sawah di ruas Jalan Muntur–Ranjeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikeluhkan pengguna jalan. Debu yang beterbangan akibat muatan tanah yang tidak ditutup terpal dinilai mengganggu kenyamanan perjalanan, bahkan membuat sebagian pengguna jalan merasa sesak saat bernapas.

Keluhan tersebut muncul seiring aktivitas truk pengangkut tanah yang melintas secara bergantian menggunakan jalur yang sama. Kondisi jalan yang berdebu semakin terasa dalam beberapa hari terakhir, terutama karena tidak adanya hujan.

Salah seorang pengguna jalan mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung hampir satu bulan. Debu yang beterbangan dinilai sangat mengganggu, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

“Sudah hampir sebulan ini debu-debu bertebaran. Sangat mengganggu, apalagi kalau tidak pakai masker,” ujar seorang pengguna jalan, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang dipenuhi debu membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Sudah tidak turun hujan, debunya banyak dan membuat tersiksa,” keluhnya.

Truk Pengangkut Tanah Disorot, Pengguna Jalan Minta Penanganan

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, sejumlah truk pengangkut tanah terlihat berlalu-lalang mengangkut tanah sawah dari Desa Ranjeng. Kendaraan tersebut melintas secara bergantian melalui ruas Jalan Muntur–Ranjeng.

Muatan tanah yang diangkut tanpa penutup terpal berpotensi menyebabkan material berjatuhan dan berserakan di badan jalan. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu penyebab munculnya debu yang mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Selain mengurangi kenyamanan berkendara, debu yang beterbangan juga dikhawatirkan mengganggu kesehatan dan jarak pandang pengendara, terutama ketika kendaraan besar melintas dalam kondisi jalan kering.

Situasi ini menjadi perhatian masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Warga Harapkan Pemerintah Segera Turun Tangan

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pengecekan terhadap aktivitas pengangkutan tanah sawah di kawasan tersebut.

Penanganan yang diharapkan antara lain memastikan muatan truk ditutup dengan terpal, membersihkan material tanah yang berserakan di jalan, serta melakukan pengendalian debu selama aktivitas pengangkutan berlangsung.

Pengawasan terhadap kendaraan pengangkut tanah juga dinilai penting agar aktivitas tersebut tidak mengabaikan kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan debu maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.

Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat perhatian sehingga aktivitas pengangkutan tanah dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengguna Jalan Muntur–Ranjeng.

(Red)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan