SUBANG-JABAR || ONTV.CO.ID — Empat Kelompok Wanita Tani (KWT) dari empat desa di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Desa B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) secara serentak pada Selasa (23/9/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas perempuan di pedesaan.
Adapun KWT yang terlibat dalam Bimtek tersebut meliputi:
- KWT Mekar Tani – Desa Rawa Mekar
- KWT Tani Makmur – Desa Blanakan
- KWT Balepot – Desa Langensari
- KWT Belonyon – Desa Tanjung Tiga
Keempat kelompok aktif mengembangkan budidaya sayuran seperti kangkung, seledri, cabai, dan sawi, serta ternak ikan lele sebagai sumber lauk pauk bergizi.
Edukasi Pangan Sehat dan Kreatif
Bimtek ini dihadiri oleh Kabid Ketahanan Pangan Kabupaten Subang, Rusdianto, bersama tim penyuluh teknis. Dalam sesi penyuluhan, peserta diberikan wawasan tentang pemanfaatan lahan dan barang bekas untuk menanam sayuran, khususnya cabai, agar tetap produktif meski dengan keterbatasan lahan.
“Anggota yang punya lahan luas bisa tanam langsung, sementara yang tidak punya bisa manfaatkan botol bekas air mineral. Yang penting, semua anggota bisa berkontribusi,” ujar salah satu penyuluh.
Rusdianto menekankan pentingnya pola makan sehat dan bergizi sebagai fondasi imun tubuh. Ia juga menyampaikan bahwa program B2SA akan terus dikembangkan, termasuk pelatihan pengolahan makanan sehat di masa mendatang.
“B2SA bukan hanya soal tanam, tapi juga soal konsumsi. Pola makan yang tidak sehat akan melemahkan imun. Maka, sayur dan lauk pauk seimbang harus jadi kebiasaan,” tegasnya.
Subang Miliki 25 Desa dengan KWT Aktif
Dalam wawancara usai kegiatan di KWT Balepot, Rusdianto menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek diatur oleh masing-masing ketua kelompok. Dinas Ketahanan Pangan hadir sebagai pembina dan pengawas. Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Subang memiliki 25 desa dengan KWT aktif yang siap dikembangkan lebih lanjut.
(Bebeng)
