SUBANG-JABAR || ONTV.CO.ID – Potret kemiskinan kembali mencuat di Dusun Panjalin RT 03/RW 06, Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang. Pak Amad (75) bersama anaknya, Yusup (34), hidup dalam kondisi memprihatinkan di rumah bilik yang sudah rapuh dan tidak layak huni.
Tidur Beralaskan Plastik, Tanpa Kasur
Kondisi rumah yang nyaris roboh membuat Pak Amad harus tidur beralaskan plastik karena tidak memiliki kasur. Dinding bilik yang jebol bahkan pernah menjadi jalur masuk ular sebesar lengan orang dewasa ke kamar tidurnya.
“Emang betul rumah yang saya tempati sekarang ini sudah rapuh, membuat bapak saya tidak nyaman kalau tidur,” ungkap Yusup.
Selain itu, keluarga ini tidak memiliki fasilitas MCK. Untuk mandi maupun buang air besar, mereka terpaksa melakukannya di luar rumah.
Penghasilan Serabutan, Tidak Menentu
Yusup hanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap.
“Saya mendapat upah 50 ribu kadang 70 ribu, itu pun kalau ada orang yang nyuruh kerja. Kalau tidak ada, saya menganggur,” tuturnya.
Dengan penghasilan seadanya, ia harus menanggung kebutuhan keluarga, termasuk anaknya yang kini duduk di bangku kelas 2 SMP.
Harapan Bantuan Pemerintah dan Dermawan
Dalam kondisi serba kekurangan, Yusup berharap ada perhatian dari pemerintah maupun para dermawan untuk membantu memperbaiki rumah mereka.
“Harapan kami ada perhatian dari pemerintah serta kebaikan dari para dermawan,” ujarnya kepada awak media, Minggu (21/6/2026).
Dukungan Tokoh Masyarakat
Kepala Dusun Wanda bersama tokoh masyarakat H. Usman telah meninjau langsung kediaman Pak Amad. Mereka menegaskan perlunya langkah cepat dari pemerintah dan instansi terkait.
“Kami berharap pemerintah jangan diam saja, segera carikan solusi untuk memperbaiki rumah Pak Amad,” tegas H. Usman.
Kisah ini menjadi cerminan nyata warga miskin di pedesaan yang masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, sekaligus mengingatkan pentingnya kepedulian sosial masyarakat.
(Bebeng)
