MATARAM-NTB || ONTV.CO.ID —Gunung Rinjani kini menjadi percontohan penerapan kebijakan nol sampah atau zero waste bagi seluruh kawasan taman nasional di Indonesia. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kebijakan ini diterapkan secara serius untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan keselamatan para pendaki.
Dalam kebijakan baru ini, setiap pendaki diwajibkan mengikuti prosedur mengemas masuk-mengemas keluar, di mana semua barang yang dibawa naik gunung harus kembali turun dalam kondisi yang sama. Pendaki tidak diperbolehkan menggunakan plastik sekali pakai, dan semua makanan serta minuman harus dikemas dalam wadah yang dapat digunakan kembali.
Petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan mencatat secara rinci jumlah, jenis, dan kemasan barang bawaan pendaki. Jika pendaki tidak dapat menunjukkan kelengkapan bawaan mereka saat turun, mereka akan dikenai sanksi tegas berupa denda hingga Rp5 juta dan berpotensi masuk daftar hitam pendakian selama lima tahun.
Selain kebijakan nol sampah, pemerintah juga menerapkan nol kecelakaan, dengan meningkatkan fasilitas dan informasi pendakian guna menekan risiko kecelakaan akibat minimnya persiapan atau informasi bagi pendaki. Titik-titik rawan di jalur pendakian akan diumumkan dan diberi peringatan agar pendaki lebih berhati-hati.
Menteri Raja Juli Antoni berharap bahwa dengan penerapan kebijakan ini, Gunung Rinjani tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga kebersihannya. Langkah ini diharapkan menjadi model bagi taman nasional lain di Indonesia dalam mewujudkan pariwisata alam yang berkelanjutan dan aman bagi pengunjung.***
