MATARAM-NTB || ONTV.CO.ID — Kegiatan Ngaji Budaya Jilid 2 yang digelar oleh Yayasan Swadaya Membangun bersama Universitas Gunung Rinjani menghadirkan diskusi mendalam seputar identitas budaya Suku Sasak, Selasa (19/8/2025). Bertempat di Mataram, acara ini mengangkat tema “Monokrom: Pengembangan Pariwisata, Keterencanaan Ekologis, dan Nilai-Nilai Budaya Lokal” dengan menghadirkan narasumber dari Majlis Adat Sasak (MAS), akademisi, serta pelaku pariwisata dan budaya se-Lombok.
Kritik terhadap Lemahnya Pematenan Identitas Sasak
Dalam sesi diskusi, Kake Ashwan, pemerhati budaya sekaligus Ketua Dewan Kesenian Lombok Timur, menyoroti kurang seriusnya Majlis Adat Sasak dalam mematenkan identitas budaya Sasak. Ia menekankan pentingnya merumuskan bentuk pakaian adat, waktu penggunaannya, serta status sosial pemakainya sebagai bagian dari entitas budaya yang harus dijaga.
“Identitas adalah entitas yang menjadi nilai sebuah suku. Jika tidak dirumuskan secara serius, maka budaya Sasak akan kehilangan monokromnya,” tegas Ashwan.
Sinergi Budaya dan Ekologi dalam Pariwisata
Tema monokrom yang diusung tidak hanya merujuk pada kesatuan estetika budaya, tetapi juga pada keterpaduan antara pariwisata dan ekologi. Diskusi lintas sektor ini membuka ruang bagi penguatan nilai-nilai lokal dalam pembangunan berkelanjutan di Lombok.
Komitmen Keberlanjutan dari Panitia
Karomi, Ketua Panitia Ngaji Budaya, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut dengan mengupas berbagai aspek budaya Lombok, mulai dari seni, pariwisata, hingga isu ekologis.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengangkat tema tentang kondisi ekologis Gunung Rinjani dan merencanakan kegiatan lanjutan di Sembalun,” tutup Karomi.
(den)
