JAKARTA || ONTV.CO.ID – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tengah melakukan negosiasi terkait tarif perdagangan yang diberlakukan terhadap produk ekspor Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan dengan pejabat tinggi AS, termasuk United States Trade Representative (USTR) dan US Secretary of Commerce.
Negosiasi ini berlangsung pada 17 April 2025 di Washington DC. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berupaya menegosiasikan tarif impor yang dikenakan terhadap produk unggulan seperti tekstil dan garmen, yang saat ini mencapai 32% hingga 47%.
Pemerintah Indonesia mengusulkan peningkatan pembelian energi dari AS, termasuk LPG, minyak mentah, dan gas, serta produk pangan seperti gandum dan kedelai, sebagai bagian dari strategi untuk menyeimbangkan neraca perdagangan.
Di sisi lain, Amerika Serikat memiliki beberapa keinginan dalam negosiasi ini. AS meminta Indonesia untuk memberikan relaksasi terhadap kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang saat ini menjadi tantangan bagi perusahaan AS yang ingin berinvestasi di Indonesia.
Selain itu, AS juga mendorong peningkatan kerja sama dalam bidang mineral kritis, termasuk akses terhadap sumber daya seperti nikel dan bahan baku strategis lainnya.
Pemerintah AS juga menginginkan adanya deregulasi dan kemudahan investasi bagi perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia.
Kedua negara sepakat untuk menyelesaikan perundingan dalam waktu 60 hari, dengan harapan dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Negosiasi ini menjadi langkah penting bagi Indonesia dalam menjaga hubungan dagang yang adil dan berimbang dengan AS, mengingat surplus perdagangan yang selama ini dinikmati Indonesia dari ekspor berbagai komoditas utama.***
