Bupati Lombok Timur Klarifikasi Video Viral: Fokus Pembenahan Wisata

LOMBOK TIMUR-NTB || ONTV.CO.ID – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, akhirnya memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial, yang memicu banyak komentar dari netizen. Dalam unggahan video tersebut, Bupati menegaskan bahwa niatnya adalah membenahi kawasan wisata Desa Awang, bukan membatasi akses wisatawan.

Sebelumnya, Bupati menyoroti penurunan pemasukan pajak dari pelaku usaha pariwisata di kawasan tersebut. Berdasarkan pengakuan para pengusaha, wisatawan yang biasanya menginap selama satu minggu atau beberapa hari, kini hanya tinggal satu hingga dua hari sebelum berpindah ke lokasi yang lebih dekat dengan ombak.

Dalam pernyataannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa kebijakan yang diambil bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memastikan kesejahteraan masyarakat lokal. Ia juga mengajak pelaku usaha untuk lebih aktif dalam mendukung regulasi pajak guna menjaga keberlanjutan industri pariwisata di Lombok Timur.

Namun, kebijakan ini menuai beragam reaksi. Beberapa pelaku wisata dan netizen mengkritik pendekatan Bupati yang dianggap terlalu membatasi akses wisatawan. Bahkan, Forum Penggiat Pariwisata Teluk Awang turut bersuara, meminta pemerintah pusat dan provinsi untuk turun tangan dalam menyelesaikan polemik ini.

Sementara itu, Satpol PP Lombok Timur telah dikerahkan untuk melakukan patroli di kawasan wisata guna menjaga ketertiban pasca viralnya video tersebut.

Dalam video yang beredar, Bupati Haerul Warisin menyampaikan, “Kalian punya laut, punya segala macam, ke sana aja, jangan ke sini (Lombok Timur), biar masyarakat sama-sama dapat makan”. Pernyataan ini ditujukan kepada pelaku wisata dari Lombok Tengah, yang menurutnya perlu memberi kesempatan bagi pelaku wisata lokal untuk mendapatkan penghasilan.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kebijakan ini muncul setelah mendengar langsung keluhan dari para pengusaha pariwisata.

“Jadi saya melakukan itu semua kemarin, karena memang pada saat kami rapat dengan mengumpulkan seluruh pengusaha pariwisata, kemudian pada saat mereka berdiskusi, mereka sampaikan itulah yang menjadi permasalahan-permasalahan yang sudah bertahun-tahun dan mereka alami, dan tidak mendapat atensi dari pemerintah,” ujar Bupati.

Ia juga menyoroti pajak yang semakin menurun akibat berkurangnya masa inap wisatawan.

“Kemudian saya kumpulkan mereka di Ekas, apa persoalan sebenarnya di situ,” tambahnya.

Diharapkan ada solusi terbaik agar tidak terjadi polemik di masyarakat. Semoga pariwisata di Lombok Timur dapat terus berkembang dan memberikan sumbangsih PAD bagi pembangunan di wilayah Kabupaten Lombok Timur.(den)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan