Pemdes Blanakan dan UPTD Dukcapil Bantu Perubahan Data Iwan dan Neng Elis Agar Bisa Masuk DTSEN

SUBANG || ONTV.CO.ID – Sepasang suami istri tinggal bersama 2 orang anaknya di rumah yang sempit dan kurang layakndi Dusun Karang Jaya RT/ RW 04/04, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Iwan Prayudi kelahiran tahun 1987 bekerja sebagai buruh tani serabutan di sawah yang tak seberapa penghasilan, sedangkan istrinya Neng Elis kelahiran tahun 1988 berprofesi sebagai guru honorer di Madrasah dengan honor Rp.500.000 setiap bulannya dan itupun diterima per 3 Bulan.

Dalam hidup yang kekurangan Iwan dan Elis tak pernah mendapatkan Bansos pemerintah baik BPNT dan PKH dari pemerintah pusat maupun BLT Dana Desa.

Dari pernikahan mereka dikaruniai 2 orang anak, anak pertama Dewi Nurul Ulfah (14) dan anak yang kedua Yani Laila Rahyudi (4), sekarang Neng Elis sedang mengandung anak yang ke 3 dengan usia kandungan sudah 6 Bulan.

Sebelumnya Iwan Prayudi sekeluarga mendapat BPJS Mandiri sewaktu melahirkan anak yang kedua, karena di kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka berdua tercatat pekerjaanya Wiraswasta, sehingga mereka tidak bisa masuk ke daftar Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Iwan sekeluarga sangat layak dapat baik KIS PBI maupun Bansos dari pemerintah, akan tetapi mungkin karena pada KK dan KTP mereka tercatat pekerjaanya Wiraswasta jadi mereka tidak bisa masuk DTSEN,” ungkap Rahim, Ketua RW 04 saat ditemui ONTV.(18/3/2025)

Ia mengatakan Iwan Prayudi sekarang memiliki tunggakan BPJS Mandiri hingga Rp.3.502.500, karena tidak bisa menyetorinya.

“Saya sekarang lagi hamil 6 Bulan, sedangkan tunggakan BPJS Mandiri yang tidak bisa di bayar,” ucap Elis dengan raut muka bingung.

Ia kebingungan bagaimana melunasi tunggakan BPJS Mandiri dengan penghasilan suami dan dirinya yang pas-pasan.

“Kami sekeluarga dari dulu hingga sekarang belum pernah dapat Bantuan dari pemerintah sedangkan kami masyarakat yang tidak mampu tapi kenapa kami di lewat,” katanya.

Ia berharap perhatian dari pemerintah atas permasalahan yang sedang dihadapi.

Pemerintah Desa Blanakan langsung merespon peemalahan yang dihadapi oleh pasangan Iwan Prayudi dan Nemg Elis dengan membantu merubah pekerjaan pada data kependudukan mereka agar dapat dimasukan ke DTSEN.

Begitu juga, pihak UPTD Dukcapil Ciasem akan membantu proses perubahan data agar Iwan dan Neng Elis segera dimasukan ke DTSEN.(Bebeng)

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan